Berita

Politik

Warga Telukjambe Ancam Tidak Pulang Sebelum Pemerintah Kabulkan Tuntutan

JUMAT, 17 MARET 2017 | 15:50 WIB | LAPORAN:

Warga Telukjambe, Kabupaten Karawang, bertekad tidak akan pulang ke daerah asal sebelum tuntutan mereka dikabulkan Presiden Joko Widodo.

"Kami tidak akan mundur sebelum pemerintah mengabulkan  tuntutan kami," kata Edi, salah satu petani yang tergabung pada Serikat Tani Telukjambe Bersatu (STTB), saat berorasi di depan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/3).

Petani yang tergabung dengan STTB memiliki empat tuntutan kepada pemerintah pusat. Pertama, cabut HGB PT Pertiwi Lestari No 5, 11, dan 40.
Dua, berikan hak atas tanah kepada petani. Lalu, hentikan kriminalisasi terhadap petani. Terakhir, kembalikan petani ke lokasi dalam keadan semula.

Dua, berikan hak atas tanah kepada petani. Lalu, hentikan kriminalisasi terhadap petani. Terakhir, kembalikan petani ke lokasi dalam keadan semula.

Dewan Pembina STTB, Aris Wiyono, mengatakan, para petani ingin pemerintah mengembalikan mereka ke lokasi semula dalam keadaan seperti sedia kala.

STTB adalah organisasi para petani yang telah menempati serta mengelola lahan hutan negara di Telukjambe sejak tahun 1960-an. Namun mereka terusir akibat penguasaan sebuah korporasi properti.

Aris menceritakan, sejak September 2016, terjadi kerusuhan antara petani Karawang yang lahannya diambil alih dengan PT PL yang memakai jasa preman.

"Kekisruhan yang terjadi justru menjadi aksi kriminalisasi kepada petani," katanya.

Para petani STTB terpaksa mengadu pada pemerintah pusat karena pemerintah daerah setempat tak kunjung memberikan tanggapan.

"Kami sudah mengadu sejak beberapa bulan lalu pada DPRD setempat namun hingga saat ini tetap tidak ada respons," pungkas Aris. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya