Berita

RMOL

Politik

Pemimpin Jakarta Jangan Sekadar Pura-pura Bersih

KAMIS, 16 MARET 2017 | 20:22 WIB | LAPORAN:

Koalisi Mahasiswa Cinta Jakarta (KM Cita) melakukan unjuk rasa di depan Kebun Binatang Ragunan. Mereka kesal lantaran penegak hukum tak kunjung menindaklanjuti kasus yang diduga melibatkan pasangan calon gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi).

Kebun binatang menjadi tempat unjuk rasa karena penegak hukum terkesan cuek. Selain itu, aksi dilakukan di Ragunan karena berdekatan dengan Kantor DPP Partai Gerindra, salah satu partai pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta.

"Kami ingin mengadu pada binatang Ragunan karena dosa-dosa Anies-Sandi tak terungkap. Kasus pembakaran hutan di Riau yang melibatkan anak perusahaan Sandiaga Uno secara langsung atau tidak telah merusak lingkungan, termasuk punahnya habitat binatang-binatang di dalam hutan," jelas Koordinator Lapangan KM Cita M. Zoelka menyebut alasan aksi digelar di Kebun Binatang Ragunan, Kamis (16/3).


Tak hanya itu, aksi juga dilakukan di Ragunan agar menarik perhatian publik. Masyarakat perlu diberikan pencerahan agar tahu kasus-kasus hukum yang melibatkan Anies-Sandi.

"Sebagai mahasiswa yang cinta Jakarta, kami mengharap agar pemimpin Jakarta ke depan benar-benar terpilih pemimpin yang bersih, bukan sekedar pura-pura bersih. Pemimpin haruslah sudah terbukti kinerjanya, bukan sekedar janji-janji program yang berpotensi korupsi," ujar Zoelka.

Dalam aksi tersebut, KM Cita membentangkan spanduk bertuliskan dosa-dosa Sandiaga Uno yang sudah terungkap. Seperti bertanggung jawab atas pembakaran lahan dan hutan di Kalimantan dan Sumatera, kasus pertambangan di Banyuwangi dan Jawa Timur. Selanjutnya kasus Depo BBM Pertamina di Balaraja dan dugaan pencucian uang.

"Harapan dan doa kami untuk dapat tuntaskan kasus dan dosa Anies-Sandi yang tak terungkap. Pilih pemimpin yang bisa mencintai lingkungan, bukan merusak dan membakar," tandas Zoelka. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya