Berita

RMOL

Politik

Fahri Hamzah: Hak Angket Jadi Kekuatan DPR

KAMIS, 16 MARET 2017 | 17:40 WIB | LAPORAN:

Pengunaan hak angket untuk melakukan investigasi kasus korupsi proyek pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) menjadi kekuatan tersendiri bagi DPR RI.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Perlukah Pansus e-KTP' di Media Center Gedung DPR, Jakarta (Kamis, 16/3).

"DPR kekuatannya itu, menginvestigasi agar pemerintah tidak macam-macam," ujarnya.


Fahri mengaku dirinya mendapatkan informasi bahwa tidak ada anggota dewan yang disebut menikmati korupsi e-KTP telah mengembalikan uang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kalaupun ada, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai jika KPK melindunginya karena tidak juga membuka nama-nama tersebut ke publik.

"Ini harus dibongkar secara menyeluruh karena banyak orang yang terlibat. Siapa tahu di antara orang-orang yang terima uang ternyata lagi pegang kekuasaan," jelasnya.

Senada, pakar hukum pidana Universitas Trisakti (Usakti) Yenti Garnasih mengungkapkan kecurigaan bahwa hak angket yang diusulkan Fahri Hamzah justru untuk melindungi anggota DPR yang namanya disebut dalam dakwaan KPK.

Dia juga menilai, sikap KPK dengan tidak segera membeberkan nama-nama yang telah mengembalikan uang sebagai langkah kurang strategis.

"Harus jelas apakah benar ada pihak yang telah mengembalikan uang atau hanya dengar-dengar. KPK harus mengusut tuntas dan mengungkapkan nama-nama yang disebut telah mengembalikan uang, karena rakyat perlu tahu," tegasYenti. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya