Berita

RMOL

Ketua MPR Ingatkan Memudarnya Nilai Luhur Bangsa

KAMIS, 16 MARET 2017 | 16:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima audiensi Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) di ruang kerjanya, komplek parlemen, Jakarta, Kamis (16/3). Delegasi GP Anshor dipimpin langsung Ketua Umum Yaqut Cholil Qoumas.

Menurut Yaqut, kehadiran GP Anshor menghadap ketua MPR untuk menyampaikan keprihatinan terkait kondisi kebhinnekaan di Indonesia saat ini.

"Pak Zulkifli adalah tokoh bangsa yang pertama kali kita temui. Detelah sebelumnya GP Anshor bertemu redaksi media," katanya.


GP Anshor selaku organisasi kepemudaan mengaku siap menerima arahan dari ketua MPR untuk memperkuat dan merawat kebhinnekaan.

"GP Anshor berharap banyak pada ketua MPR untuk tampil menjadi penjaga kebhinnekaan kita," ujar Yaqut.

Menanggapi yang disampaikan GP Anshor, Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan bahwa selama ini tidak ada masalah dengan kebhinnekaan di Indonesia.

"Dulu raja-raja merelakan kekuasaannya demi terbentuknya NKRI. Tokoh-tokoh Islam juga merelakan Piagam Jakarta demi keutuhan bangsa," katanya.

Menurut Zulkifli, masalah utama yang seharusnya dihadapi seluruh elemen bangsa adalah kesenjangan.

"Gap yang terlalu lebar antara kaya dan miskin ini yang justru lebih potensial mengakibatkan perpecahan," bebernya.

Untuk mengatasi kesenjangan itu, Zulkifli menegaskan bahwa dibutuhkan pemimpin yang Pancasilais.

"Pemimpin yang kata-katanya mempersatukan dan tidak merendahkan. Pemimpin yang tegas berpihak pada rakyat," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga mengajak GP Anshor untuk menjaga persatuan umat di Indonesia.

"Kantongi dulu perbedaannya, cari persamaan. Saatnya umat bersatu kejar ilmu pengetahuan dan kuasai iptek," demikian Zulkifli. [wah]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya