Berita

Nasaruddin Umar/Net

Mempersiapkan Khaira Ummah (23)

Nabi Perintis Khaira Ummah

KAMIS, 09 MARET 2017 | 09:28 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

KELAHIRAN dan kehidupan nabi Muhammad Saw seka­ligus sebagai perintis dan mencontohkan masyarakat ummah yang ideal atau khai­ra ummah. Sebagaimana dis­inggung dalam pembahasan terdahulu, kata ummah beras­al dari bahasa Hebrew/Ibrani, alef-mem yang arti dasarnya cinta kasih. Kemudian menyeberang menjadi ba­hasa Arab umm yang arti dasarnya ibu. Umm di­artikan ibu karena ibu memiliki cinta kasih yang paling dalam. Dari akar kata alif-mim membentuk kata amam (keterdepanan, keunggulan), imam (imam shalat, pemimpin), ma'mum (pengikut imam, rakyat), amamah (konsep yang mengatur antara imam dan makmum serta pemimpin dan rakyat). Keseluruhan makna dasar ini menghim­pun suatu komunitas khusus yang bernama um­mah (baca: umat).

Qabilah ialah suatu komunitas yang dipersat­ukan oleh ikatan-ikatan primordial seperti ikatan kesukuan, ikatan persamaan latar belakang se­jarah, etnik, dan bahasa. Qabilah biasa diartikan dengan clan dalam bahasa Inggeris yang berarti suku bangsa tertentu yang menghimpun sejum­lah suku-suku local yang kecil-kecil, namun be­lum bisa disebut umat karena tidak memiliki un­sur-unsur tententu. Substansi dan unsur penting yang harus ada di dalam komunitas ummah ialah: adanya kasih sayang yang mengikat dalam suatu komunitas, adanya pemimpin yang disegani dan berwibawah, adanya makmun atau rakyat yang kritis tetapi santun, adanya system yang meng­atur antara yang memimpin dan dipimpin, dan adanya ideology kebersamaan yang bersifat ko­smopolitan.

Salahsatu ciri masyarakat ummah ialah penghargaan terhadap pluralitas masyarakat, termasuk perbedaan agama dan kepercayaan. Relasi antar umat beragama bukan hal asing bagi bagi Nabi. Banyak contoh sejarah yang di­lakukan Nabi sangat menakjubkan. Ia banyak ditolong dan menolong agama lain. Ketika Nabi masih remaja melakukan misi perdagangan ke Syiria. Disana ia ketemu seorang pendeta yang melihat tanda-tanda ajaib di bahu Mu­hammad. Sang pendeta memintanya agar lebih baik segera kembali karena anak ini kelak akan menjadi orang besar, menjadi Nabi. Peristiwa lain ketika Nabi baru saja mendapatkan wahyu pertama di goa Hira, ia dipertemukan dengan seorang pendeta kenalan isterinya, dan sang pendeta menerjemahkan pengalamn Nabi Mu­hammad sebagai awal dari misi kenabiannya. Nabi Muhammad sejak awal kenabiannya su­dah akrab dengan pendeta.


Ia juga sering memberi perlindungan terhadap agama-agama lain termasuk melindungi para to­koh-tokohnya. Konsep Darus Salam untuk non muslim kooperatif dan Darul Harbi untuk non-mus­lim non kooperatif merupakan konsep yang amat strategis yang tidak pernah diterapkan oleh etnik sebelumnya. Orang-orang yang beraga lain yang tidak memusuhi Nabi harus diberi perlindungan. Hanya orang-orang non-muslim dan munafiqun yang selalu mengangkat senjata terhadap Nabi yang perlu dihadapi dengan ketegasan. Itupun Nabi kalau menjalankan misi perang tidak mem­bolehkan membunuh anak-anak, orang-orang tua ('ajuz), perempuan, tidak boleh merusak dan membakar rumah ibadah, tidak boleh mencabut atau mematahkan ranting pepohonan mereka, serta menghancurkan benda-benda budaya mer­eka. Kalau mereka sudah angkat tangan tidak boleh lagi diperangi.

Ia juga mencontohkan banyak menyelesaikan persoalan antara petani dan pemilik atau pen­gendali pengairan, menyelesaikan pasca panen, menyelesaikan persoalan okulasi penanaman korma, menyelesaikan masalah kewarisan, harta pungutan, perkawinan antar umat beragama, dan persoalan pertetanggaan antar kabilah. Bahkan konflik negara-negara besar sesama non mulim juga meminta jasa Nabi untuk menyelesaikannya. Jadi Nabi Muhammad saw betul-betul sebagai Nabi yang layak disebut sebagai bapak Perdama­ian, Bapak HAM, Bapak Kemanusiaan, Bappak Pembebasan, dan Perintis Kaira Ummah. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya