Berita

Foto/Net

Politik

Ketua MPR: Inilah Saat Terbaik Umat Islam Untuk Bersatu

KAMIS, 09 MARET 2017 | 02:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima delegasi Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang dipimpin langsung Ketua Umum PBNU Prof. KH. Said Aqil Siradj, di ruang kerjanya, Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (8/3).

Menurut Kia Said sapaan akrabnya, maksud kedatangan LPOI adalah menyampaikan keprihatinan mengenai kondisi umat Islam, khususnya di bidang pendidikan.

"Yang utama silaturrahmi, dan selanjutnya sebagai sesama muslim menyampaikan keprihatinan mengenai kondisi umat saat ini kepada ketua MPR," kata dia.


Kia Said menambahkan, pertemuan ini adalah upaya bersama mencegah ummat terlibat tindakan radikalisme dan terorisme, karena pemahaman agama yang tidak menyeluruh.

Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan terima kasih atas kehadiran ormas Islam ke kantornya. Bagi dia, inilah saat terbaik bagi umat Islam untuk bersatu.

"Pertama saya menyerukan ayo umat Islam untuk bersatu. Kantongi dulu perbedaannya, prioritaskan persamaannya. Yang penting saling hormati," ajaknya.

Menyambung yang disampaikan Kia Said, Zulkifli menyampaikan tantangan umat Islam saat ini adalah di bidang pendidikan dan kewirausahaan.

"Di era keterbukaan ini, umat harus unggul di bidang iptek. Memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di era globalisasi," terangnya.

Kedua, lanjut Zulkifli, tantangan untuk maju di bidang ekonomi. Saatnya memperkuat semangat wirausaha di kalangan anak muda.

"Cara paling konkrit melawan kemiskinan adalah dengan memajukan ekonomi umat. Sebarkan semangat wirausaha pada anak-anak muda," tutup Zulkifli yang juga ketum PAN ini.

Ormas Islam yang hadir dalam pertemuan itu antara lain, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Mathlaul Anwar, Al-Washliyah, IKADI, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), PUI, dan HBMI. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya