Berita

Foto: RM

Politik

KORUPSI E-KTP

Novanto Bantah Pernah Bertemu Anas, Nazaruddin dan Andi Narogong

RABU, 08 MARET 2017 | 22:52 WIB | LAPORAN:

RMOL. Setya Novanto mengaku posisinya sebagai Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar sama sekali tidak terganggu dengan kabar keterlibatan dirinya dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (e-KTP) yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Enggak (terganggu), enggak," tegasnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/3).

Walau begitu, Novanto mengaku prihatin dengan kabar miring terkait dirinya. "Ini kita situasi yang begitu baik-baik ternyata ada masalah. Semoga semua partai, saya tabah meghadapi situasi ini," imbuhnya.


Lebih lanjut Novanto memberikan apresiasi dan mendukung kerja Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo untuk menegakkan supremasi hukum.

"Diusut secara tuntas. Dan harapan saya seperti yang disampaikan KPK supaya tidak ada kegaduhan-kegaduhan politik. Karena yang saya dengar dan saya dapat informasi dimana ada beredar dakwaan-dakwaan yang menyebut nama-nama besar termasuk saya, semua saya serahkan kepada pihak-pihak yang nanti melakukan di dalam persidangan. Baik hakim, JPU dan juga para jaksa-jaksa yang ada di sana," ujarnya.

Novanto yang juga mantan Bendahara Umum Partai Golkar ini kemudian membantah dirinya pernah bertemu dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarudin, mantan Ketum Demokrat Anas Urbaningrum, dan pengusaha yang diduga bertugas membagikan uang korupsi e-KTP Andi Narogong untuk membicarakan soal bagi-bagi jatah.

"Tentu harapan saya semua bisa berjalan lancar. Namun apa yang disampaikan kepada saya yang didakwakan yang saya dapat informasi yang sangat utuh bahwa saya ada pertemuan dengan saudara Nazar, Anas Urbaningrum, Andi Narogong dan saya itu tidak benar," tegasnya lagi.

Novanto juga membantah bahwa dirinya menerima aliran dana dari proyek yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu. Karenanya, dia berharap agar kasus tersebut dapat diusut tuntas.

"Apalagi akan menyerahkan dana, mudah-mudahan saya tidak pernah menerima apapun dana dari e-KTP. Itu jelas. Semuanya saya sudah serahkan semua dalam penyidikan di KPK dan saya sudah klarifikasi," pungkasnya. [sam]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya