Berita

Politik

Cipayung Plus: Perempuan Indonesia Belum Terlindungi

RABU, 08 MARET 2017 | 20:47 WIB | LAPORAN:

RMOL. Sejumlah perempuan yang tergabung dalam organisasi mahasiswa Cipayung plus, menilai kehidupan perempuan belum terlindungi di Indonesia. Selain tergambar dari tingginya angka kematian perempuan melahirkan, indikasi lainnya terlihat masih tingginya tindak kekerasan termasuk perkosaan yang dialami perempuan Indonesia.

"Berangkat dari konsep Nawa Cita, 9 agenda Perubahan, seharusnya negara hadir dan melindungi rakyatnya sebagaimana semangat terkandung dalam Nawa Cita yakni negara hadir bekerja, membangun kemandirian dan kesejahteraan," demikian pernyataan bersama yang disampaikan perempuan tergabung dalam KOPRI, PMKRI, KOHATI,GMNI, GMKI, KAMMI, KMHDI, IMMawati dalam pernyataan memperingati Hari Perempuan se dunia di Jakarta, Rabu (8/3).

Dalam rilis yang disampaikan, perempuan Cipayung Plus menilai ketidakhadiran negara  memunculkan ketimpangan terhadap hak-hak perempuan secara sistemik sehingga mengakibatkan kerugian terhadap perempuan.


Beberapa permasalahan perempuan yang masih belum terselesaikan diantaranya, tinggi laporan kekerasan terhadap perempuan dari 1500 laporan terdapat 227 kasus perkosaan dan 128 kasus pelecehan, maraknya perdagangan orang (human traficking) dengan beragam modus seperti buruh migrant ataupun kejahatan lainnya seperti jual beli organ manusia, angka kematian ibu yang masih tinggi yaitu 248 per 100.000 kelahiran hidup, masih minimnya pendidikan perempuan yang berkualitas dan berkarakter dan angka pernikahan dini masih berada di presentasi 46,7 persen atau kedua tertinggi diantara negara-negara ASEAN

Padahal dengan jelas dalam butir 2 nawa cita bahwa pemerintah  memprioritaskan peningkatan peranan perempuan dan keterwakilan perempuan dalam politik dan pembangunan; butir 4 bahwa negara  hadir melindungi anak, perempuan dan kaum marginal.

Berkaitan itu, perempuan Cipayung Plus berharap Peran organisasi perempuan ditingkatkan di tataran basis, karena ini menjadi persyaratan pokok. Keberhasilan Nawa Cita  tergantung struktur birokrasi negara dan peranan  basis massa yang terorganisir. Otoritas organisasi perempuan disini menjadi penting  melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.

"Kami menyerukan kepada seluruh perempuan untuk bangkit dan bergerak dari ketertindasan dan ketidakadilan," tandasnya.

Di bagian lain, dalam semangat Hari Perempuan Internasional,  delapan. organisasi perempuan Cipayung plus menyampaikan tuntutan penghentian pemiskinan terhadap perempuan, penghentian segala bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan, penghentian pernikahan dini, penghentian penegakan hukum yang tidak berkeadilan gender, penghentian ketidakberpihakan pendidikan dan kesehatan bagi perempuan, penghentian human Traficking dan berikan perlindungan untuk buruh migrant, penghentian tindakan represif aparat terhadap perempuan kendeng dalam aksi penolakan pembangunan pabrik semen, penghentian birokrasi negara yang tidak melaksanakan pengarus utamaan gender.

"Kami siap mengawal setiap agenda dalam rangka memenuhi hak-hak perempuan yang berlandaskan keadilan," demikian pernyataan bersama tersebut. [sam]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya