Berita

Setya Novanto/Net

Politik

Setya Novanto Kepleset Lidah Soal Penerimaan Duit Haram e-KTP

RABU, 08 MARET 2017 | 20:32 WIB | LAPORAN:

RMOL. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto mengaku kenal dengan seorang pengusaha yang kabarnya berperan membagi-bagi uang selama proses pembahasan proyek e-KTP di DPR, Andi Agustinus atau Andi Narogong.

"Kalau saudara Andi pernah ketemu saya, tapi dalam kapasitas jual beli kaos waktu saya selaku Bendahara Umum," ungkap Novanto saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/3).

Walau begitu, Novanto menjelaskan bahwa tak pernah berkomunikasi lagi dengan Andi semasa dirinya menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.


"Engga ada. Itu kita lihat dalam persidangan lah. Yang jelas saya tidak pernah mengurus-ngurus masalah anggaran, karena sebagai pimpinan fraksi kita hanya menerima laporan-laporan yang semuanya dilakukan ketua-ketua komisi dimana ketua komisi melaporkan secara oral," jelas dia.

"Sebulan sekali pleno masalah anggaran, semuanya mekanismenya ada di panitia anggaran yang ada di Banggar dan komisi-komisi terkait dalam hal ini Komisi II. Jadi selaku pimpinan fraksi tida ada urusan-urusan mengenai masalah anggaran. Sebagai Ketua Fraksi dalam memutuskan segala tidak bisa sendiri. Partai waktu itu ada 101 Anggota Golkar di DPR jadi kalau memutuskan harus dengan fraksi-fraksi lain," sambung Ketua DPR RI ini.

Novanto sempat kepleset lidah saat ditanyakan apakah dirinya pernah menerima uang sebesar Rp 150 miliar dari Andi Narogong. Dia bilang tidak pernah, namun akan menerima.

"Nggak bener. Akan. Kalau akan itu pernah atau enggak?" katanya sambil masuk ke dalam mobilnya dan berlalu.

Namun, selang beberapa menit, Setnov kemudian menghubungi wartawan via telepon untuk mengklarifikasi ucapannya.

"Mengenai dakwaan akan menerima Rp 150 miliar, kami tidak pernah menerima. Gak usah akan, bicarapun tidak pernah," tegasnya. [sam]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya