Anggota Dewan Pers, Nezar Patria, memilih tidak melanjutkan perkaranya dengan Ustad Alfian Tanjung ke kepolisian.
Nezar sempat melontarkan teguran hukum alias somasi terhadap Alfian karena sang ustad menyebutnya bagian dari kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pernyataan itu terekam dalam bentuk video dan kemudian beredar luas di tengah publik.
Nezar tidak melaporkan perkara ini ke kepolisian karena menganggap kekhilafan yang dilakukan Alfian Tanjung masih bisa diperbaiki.
"Ini zaman reformasi. Saya tidak ingin orang yang bicara itu gampang dikriminalkan. Kalau masih bisa dikoreksi, ya diperbaiki," kata Nezar di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu, (8/3).
Nezar mengaku gelisah akibat video ceramah Alfian Tanjung menjadi viral di media sosial. Dalam ceramah Alfian, Nezar disebut sebagai bagian dari kebangkitan PKI.
Dia mengakui pada awalnya enggan menanggapi tuduhan itu. Tetapi karena menjadi viral di media sosial, akhirnya ia mengeluarkan somasi.
"Viral-nya sudah begitu meluas, bisa dipakai oleh mereka yang bertarung ketat di Pilkada sehingga ampflikasinya luar biasa," tambahnya.
Ia mengatakan, di zaman media sosial seperti saat ini, publik menganggap informasi yang beredar di media sosial sebagai referensi dan diserap tanpa nalar kritis.
"Ini menjadi pelajaran bagi Alfian dan buat kita semua agar selalu objektif dan menyampaikan data yang terverifikasi," kata Nezar.
[ald]