Berita

Politik

Nezar: Saya Tidak Mau Orang Bicara Gampang Dikriminalkan

RABU, 08 MARET 2017 | 16:00 WIB | LAPORAN:

Anggota Dewan Pers, Nezar Patria, memilih tidak melanjutkan perkaranya dengan Ustad Alfian Tanjung ke kepolisian.

Nezar sempat melontarkan teguran hukum alias somasi terhadap Alfian karena sang ustad menyebutnya bagian dari kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pernyataan itu terekam dalam bentuk video dan kemudian beredar luas di tengah publik.

Nezar tidak melaporkan perkara ini ke kepolisian karena menganggap kekhilafan yang dilakukan Alfian Tanjung masih bisa diperbaiki.


"Ini zaman reformasi. Saya tidak ingin orang yang bicara itu gampang dikriminalkan. Kalau masih bisa dikoreksi, ya diperbaiki," kata Nezar di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu, (8/3).

Nezar mengaku gelisah akibat video ceramah Alfian Tanjung menjadi viral di media sosial. Dalam ceramah Alfian, Nezar disebut sebagai bagian dari kebangkitan PKI.

Dia mengakui pada awalnya enggan menanggapi tuduhan itu. Tetapi karena menjadi viral di media sosial, akhirnya ia mengeluarkan somasi.

"Viral-nya sudah begitu meluas, bisa dipakai oleh mereka yang bertarung ketat di Pilkada sehingga ampflikasinya luar biasa," tambahnya.

Ia mengatakan, di zaman media sosial seperti saat ini, publik menganggap informasi yang beredar di media sosial sebagai referensi dan diserap tanpa nalar kritis.

"Ini menjadi pelajaran bagi Alfian dan buat kita semua agar selalu objektif dan menyampaikan data yang terverifikasi," kata Nezar. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya