Berita

Net

Politik

Golput Akan Jadi Penentu Di Putaran Dua

RABU, 08 MARET 2017 | 14:44 WIB | LAPORAN:

Koalisi gemuk partai pendukung bukan lagi jaminan untuk dapat memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Pasalnya, merujuk hasil representasi dalam putaran pertama lalu, kurang lebih 57 persen warga ibu kota jelas menginginkan gubernur baru.

"Pilkada DKI Jakarta 2012 merupakan bukti jika koalisi gemuk bukan lagi jaminan untuk dapat memenangkan pilkada meskipun berstatus sebagai petahana. Sebaliknya, meskipun diuntungkan secara perhitungan hasil putaran pertama, calon penantang petahana punya tugas lebih berat karena harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa visi misi yang ditawarkan akan memberikan jaminan lebih baik," jelas pengamat politik Jajat Nurjaman kepada wartawan, Rabu (8/3).

Dia menjelaskan, tantangan lain dalam putaran dua Pilkada DKI adalah meminimalisir terjadinya golongan putih (golput). Pada pemungutan suara putaran pertama 15 Februari lalu, jumlah golput mencapai 23 persen atau setara dengan 1.668.902 pemilih.


Menurut Jajat, masa kampanye kedua ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberikan penjelasan berbagai program yang ditawarkan kepada masyarakat, khususnya pemilih yang pada putaran pertama tidak memberikan hak pilih. Karena tidak menutup kemungkinan potensi golput di putaran dua nanti akan bertambah.

"Kemenangan dalam demokrasi adalah meyakinkan masyarakat untuk mau berpartisipasi dalam proses pemilihan. Pasalnya, pemahaman akan pentingnya demokrasi lebih penting dari sekedar menentukan menang atau kalah. Jika dalam putaran kedua nanti jumlah golput menurun, saya kira itulah kemenangan yang sebenarnya karena Pilkada DKI merupakan barometer politik nasional. Untuk itu meminimalisir terjadinya golput merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan semua pihak," beber Jajat yang juga direktur eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID). [wah]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya