Berita

Megawati-Ahok/Net

Politik

Suara PDIP Rontok Akibat Ceroboh Dukung Ahok

RABU, 08 MARET 2017 | 13:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kekalahan PDIP dalam 47 Pilkada Serentak 2017 merupakan efek negatif dari dukungan yang diberikan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini menjadi terdakwa penista agama.

"Kengototan Megawati Soekarnoputri untuk mendukung Ahok dalam Pilgub DKI merupakan sebuah kecerobohan besar. Dampaknya bisa dilihat, pasangan calon yang diusung PDIP rontok di 47 pemilihan walikota, bupati, dan gubernur," kata Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto saat dihubungi, Rabu (8/3).

Sugiyanto menyarankan ketua umum PDI Perjuangan tersebut segera intropeksi serta merenung atas kesalahan yang sudah dia perbuat, hingga menyebabkan suara partai banteng tergerus.


Di sisi lain Sugiyanto mengungkapkan bahwa secara matematis, Ahok-Djarot yang diusung PDIP, NasDem, Hanura, Golkar serta satu juta KTP dari Teman Ahok, bisa dengan mudah memenangi Pilgub DKI cukup dengan satu putaran. Apalagi belakangan PPP pimpinan Djan Faridz ikut nimbrung.

"Namun faktanya, Ahok-Djarot cuma dapat 42 persen. Ini membuktikan suara PDIP banyak yang lari. Suara satu juta KTP Teman Ahok juga hanya kamuflase," kata Sugiyanto seperti diberitakan RMOLJakarta.

Fenomena rontoknya suara PDIP, kata dia, juga tidak terlepas dari efek negatif Ahok, beberapa kebijakan, serta perilaku buruknya. Sebab, sebagai orang nomor satu di ibukota negara, Ahok menjadi pusat perhatian rakyat.

Kebijakan Ahok semasa menjabat gubernur DKI yang tidak pro rakyat diantaranya penggusuran, skandal RS Sumber Waras, sengkarut reklamasi, dan perilaku sombong menjadi pusat perhatian rakyat.

Sugiyanto menambahkan, tanda-tanda kekalahan Ahok di putaran kedua Pilgub DKI juga mulai terlihat. Hal ini mengacu dari dua hasil survei yang menempatkan Anies-Sandi unggul dalam hasil survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA. Elektabilitas Anies-Sandi 49,7 persen dan Ahok-Djarot 40,5 persen.

Sementara Lembaga Media Survei Indonesia (Median) menunjukkan elektabilitas Anies-Sandi sebesar 46,3 persen sedangkan Ahok-Djarot mememperoleh 39,7 persen. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya