Berita

Jusuf Kalla dan Zakir Naik

Politik

Maafkan Pelawak, Pak JK Murah Hati

Fotonya Dengan Ulama India Diisengin
RABU, 08 MARET 2017 | 09:48 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Akhir pekan kemarin, Wapres Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan dai kondang asal India, Zakir Naik. JK mengicaukan pertemuannya itu dan mengunggah foto bersama Naik ke akun resminya di Twitter. Foto itu pun ditanggapi. Yang iseng, Stand Up Comedian Ernest Prakasa di akunnya @ernestprakasa bertanya, apa JK tidak tahu jika Naik salah seorang yang mendanai ISIS. Tak butuh waktu lama, cuitan Ernest ramai ditanggapi.

JK memang mengicaukan pertemuannya dengan Naik sembari menautkan fotonya bersama Naik di akun Twitternya @Pak_JK. "Menerima kunjungan silaturrahim dr Zakir Naik di Istana Wapres," kicaunya pukul 11:34 WIB, Minggu (5/3). Nah, cuitan itu ditanggapi oleh Ernest dan bikin heboh. "JK dengan hangat menjamu Zakir Naik, orang yang terang-terangan mendanai ISIS. Sulit dipahami," kicau Ernest pukul 14:00 WIB, Minggu (5/3).

Ernest menguatkan kicauannya itu dengan berita yang dilansir Dailymail. co.uk berjudul 'Controversial preacher Zakir's banned Islamic organisation 'gave Rs 80,000 to ISIS recruit who planned Republic Day terror attack'. Kicauan Ernest ini langsung diserbu tweeps. Akun @VNXXVII menyayangkan Ernest yang seolah-olah menuding JK. "Gila aja lu nuduh Wapress pro isis secara ga langsung, kasus lu bisa panjang, kredibilitaslu ancur. Respect gua ilang ke lo nest," cuitnya, senada dengan @ managaIndra. "Selain fitnah, lo nuduh @Pak_JK pro ISIS? Selamat ya, kasus lo bakal panjang." Ratusan cuitan serupa datang dari berbagai akun. Banyak yang meminta Ernest segera meminta maaf.


Setelah didesak sana-sini, akhirnya Ernest menghapus cuitan kontroversialnya itu sekaligus minta maaf. Permohonan maaf ini dikicaukannya dalam serial tweet-nya pada Senin (6/3). Ada sepuluh kicauan. Ernest menerangkan artikel dalam sumber tersebut melacak aliran dana dari Zakir Naik ke salah seorang anggota ISIS di Suriah. Aliran dana ini dikatakan terkait teror bom di Dhaka. "Setelah merenungkan, saya merasa saya salah karena terlalu percaya pada artikel tersebut tanpa riset yg lebih mendalam. Pertanyaan yang saya ajukan ke diri sendiri sejak tadi adalah: Bagaimana jika artikel tadi tidak benar? Apa saya menyebarkan hal yang salah?" begitu kicaunya.

Dengan hati yang tulus Ernest menyampaikan permohonan maaf atas ketergesaannya percaya pada media itu. Dia kemudian memohon maaf jika menyakiti hati orang yang membaca tweetnya tersebut. "Memaafkan atau tidak adalah 100 persen hak teman-teman. Jadi sekali lagi, saya minta maaf atas kekhilafan saya yang telah membuat teman-teman sakit hati. Saya berjanji akan lebih berhati-hati. Salam," kicaunya lagi.

Untung saja, JK berhati lapang dan tak akan memperkarakan cuitan Ernest. "Tidak ada laporan. Kan sudah minta maaf. Iya nggak apa-apa, ulama-ulama dari mana datang, saya diminta ketemu ya saya terima," kata JK di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA), Jakarta, kemarin. Dia mengatakan, tidak benar Zakir Naik turut mendanai ISIS. Sebab, Naik sangat rajin dakwah ke berbagai negara. "Ndak benar itu. Kalau dia membantu ISIS sudah ditangkap di mana-mana, dia ke mana-mana pergi," jelas JK. Karena bikin heboh, JK lantas menghapusnya cuitan dan foto itu di akun Twitternya.

Untuk diketahui, Zakir Abdul Karim Naik bertemu dengan JK di sela-sela kunjungannya ke Indonesia sembari menyampaikan kegiatannya 'Zakir Naik Visit Indonesia 2017', yakni program ceramah di sejumlah kota di Indonesia, April 2017. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wapres, Sabtu (4/3).

Meski sudah meminta maaf, tweeps belum puas. Akun @ricky_sandjaya berpesan. "Heh @ernestprakasa jangan cuma baca berita dari 1 sumber doang, mentang-mentang media itu udah punya nama belum tentu beritanya bener," cuitnya. ***

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya