Berita

Said Iqbal/net

Politik

KSPI Ragukan Kesiapan Inalum Ambil Alih Tambang Freeport

SELASA, 07 MARET 2017 | 17:36 WIB | LAPORAN:

Pemerintah tengah mempersiapkan PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum untuk mengambil alih pengelolaan tambang dari PT Freeport Indonesia. Rencana itu, menuai kritik dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Presiden KSPI, Said Iqbal, meragukan kesiapan Inalum mengelola tambang emas tersebut. Kesiapan yang dimaksud salah satunya adalah di bidang keuangan.

"Modalnya dari mana, itu juga kami pertanyakan. Nanti seperti PT AMMAN (sebelumnya Newmont), diambil alih tapi dikelola swasta dengan modal dari China. Akhirnya yang terkana dampak siapa? Ya, buruh lagi. Ini harus diperhatikan," kata Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/3).


Said mengatakan, divestasi Freeport sangat mungkin diserahkan ke pihak swasta. Hal itu seperti diisyaratkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

"Luhut bilang, bisa saja divestasi 51 persen diserahkan ke swasta. Jadi, bukan nasionalisme. Jangan seolah persoalan Freeport, persoalan nasionalisme yang melibatkan emosi bangsa. Kita setuju nasionalisme, tetapi kasus Newmont menjelaskan nasionalisme semu," ujar dia.

Pemerintah harus mampu melihat rencana divestasi secara lebih luas. Pasalnya, hal ini dapat berdampak pada pemutusan hubungan kerja yang juga bukan masalah kecil.

"Persoalan Freeport, kita pertanyakan dulu apa dasar pemerintah melakukan divestasi. Pemerintah juga mengabaikan PHK. Faktanya, (karyawan) sudah dirumahkan. Pemerintah mau enggak bayar gajinya? Apa lebih sejahtera kalau divestasi dikuasai pemerintah? Faktanya, pegawai BUMN outsourcing semua kok," sindir Said Iqbal. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya