Berita

Ahok-Djarot/net

Politik

LSI: Ahok-Djarot Mutlak Menguasai Kalangan Pemilih Non Muslim

SELASA, 07 MARET 2017 | 16:18 WIB | LAPORAN:

Pasangan peserta Pilkada DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, hanya butuh tambahan 1 persen suara rakyat Jakarta untuk terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur.

Hal itu disampaikan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, saat menjelaskan temuan survei terbaru di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Selasa (7/3).

"Dari temuan survei terbaru kami, jika pemilihan dilakukan hari ini maka elektabilitas Anies-Sandi mencapai 49,7 persen. Jadi hanya butuh 1 persen lagi Anies-Sandi jadi gubernur," kata Adjie.


Sementara pasangan petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat, hanya memperoleh 40,5 persen suara. Sementara yang masih belum menentukan pilihan atau yang rahasia berjumlah 9,8 persen.

Meski Anies-Sandi unggul, namun selisih elektabilitas pasangan ini hanya berjarak kurang lebih 9 persen dengan pasangan Ahok-Djarot. Hal ini masih dianggap rawan.

Jika data elektabilitas kedua pasangan calon diturunkan ke segmen-segmen pemilih penting, menunjukan bahwa dua pasangan calon saling mengalahkan di sejumlah segmen. Salah satunya, pemilih berdasarkan segmen agama.

Di antara pemilih Musim, menurut temuan LSI, populasi pemilih terbesar mengarahkan suaranya ke pasangan Anies-Sandi. Pasangan itu jauh meninggalkan Ahok-Djarot.

"Anies-Sandi memperoleh dukungan sebesar 55,04 persen, sementara pasangan Ahok Djarot memperoleh dukungan sebesar 36,02 persen," terang Adjie

Namun yang lebih mengejutkan adalah temuan di kalangan pemilih non muslim. Pasangan Ahok-Djarot unggul mutlak dengan dukungan sebesar 86,58 persen. Sementara Anies-Sandi hanya memperoleh dukungan sebesar 3,65 persen.

"Ini artinya yang fanatik di putaran kedua terhadap agama justru dari kalangan non muslim. Karena pemilih muslim ada yang pilih Ahok-Djarot," kata Adjie. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya