Berita

SMI/Net

Bisnis

Sri Mulyani Kuasai OJK Untuk Pilpres 2019

JUMAT, 03 MARET 2017 | 21:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dominasi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Panitia Seleksi (Pansel) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat terlihat dan sulit ditutupi. Fenomena ini menggambarkan betapa berkuasanya seorang Sri Mulyani.

"Saat ini, Sri Mulyani adalah the real president di sektor ekonomi. Dia kuasai moneter, keuangan. Dan OJK sebagai lembaga pengawas industri keuangan, ingin dia genggam pula," ujar peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/3).

Dia menengarai upaya Sri Mulyani menguasai OJK merupakan bagian dari skenario besar mantan Managing Director World Bank itu untuk melantai di bursa Pilpres 2019.


"OJK mengelola aset industri keuangan hingga puluhan ribu triliun. Tentu ini lahan yang gurih untuk dikuasai," katanya.

Kecurigaan yang sama disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli. Rizal menduga ada upaya menempatkan orang-orang Sri Mulyani di OJK.

"Jika ini terjadi, OJK tak akan independen lagi. OJK jangan sampai hanya diisi oleh geng-geng SMI. Bahaya!" katanya.

Direktur Centre for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi melihat ada banyak kejanggalan dan keanehan dalam proses seleksi. Banyak calon yang memiliki kapasitas dan kemampuan justru tidak lolos.

Kabarnya, Gubernur BI Agus Martowardojo selaku anggota Pansel sempat berdebat keras dengan Sri Mulyani sebagai ketua pansel saat penentuan kandidat yang lolos seleksi. Namun, Agus memilih untuk mundur dan mengalah.

Selain itu, pengumuman 35 calon komisioner OJK yang lolos seleksi tahap II dilakukan saat Menko Perekonomian Darmin Nasution yang juga anggota pansel, melakukan kunjungan kerja ke Iran. Sangat mungkin Menko Darmin tak diberi tahu soal pengumuman tersebut.

"Pansel OJK banyak mengakomodir pihak dari pemerintahan sebelumnya mengingat Sri Mulyani dan Agus Martowardjojo merupakan warisan pemerintahan SBY," katanya.

Beberapa nama yang diduga dekat dengan rezim pemerintahan SBY adalah Agus Santoso, Ahmad Junaedy Ganie, Dewi Hanggaraeni, Prof Firmanzah Ph.D (mantan staf khusus), Drs Freddy R Saragih, Prof Haryono Umar, Lucky Fathul Aziz Hadibrata, Maliki Heru Santoso, Riswinandi, Sigit Pramono, dan Tirta Segara.

"Dalam tanda kutip pesanan. Kalau tidak mau diindikasikan seperti itu, ayo buka-bukaan. Karena orang-orang yang lolos di mata publik agak janggal dan aneh. Yang bagus justru gak lolos," kata dia. [zul]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya