Berita

Muhammad Iqbal/Net

Politik

Komisi IX Dukung Pembentukan Satgas Kecurangan Klaim JKN

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 01:50 WIB

Komisi IX DPR menyambut baik rencana Kementerian Kesehatan dan KPK membentuk Satgas untuk mencegah kecurangan pada klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh pihak rumah sakit. Dengan Satgas tersebut, diharapkan tidak ada rumah sakit yang curang dalam mengajukan klaim.

Rabu pekan lalu, KPK dan Menkes Nila Moeloek melakukan pertemuan untuk membicarakan pencegahan kecurangan ini. Berdasarkan data yang ada di KPK, pada semester I-2015, terdapat sekitar 175.000 klaim dengan nilai Rp 400 miliar yang terdeteksi ada kecurangan.

"Menurut saya, pertemuan antara Menkes dengan KPK merupakan langkah yang baik untuk mengantisipasi kebocoran anggaran JKN. DPR mendukung hal ini," ucap anggota Komisi IX DPR Muhammad Iqbal, Sabtu malam (25/2).


Menurut politisi PPP ini, kecurigaan awal adanya kecurangan dalam klaim JKN ini sebenarnya berasal dari DPR. Kemudian, dugaan kecurangan ini ditindaklanjuti KPK dan Kemenkes, karena hal tersebut sudah masuk dalam ranah hukum.

Kecurangan ini, kata Iqbal, terjadi karena adanya peserta fiktif, fraud (penyimpangan) dan lainnya. Kecurangan ini jelas harus dihentikan. Sebab, kecurangan itu bisa membuat APBN yang diperuntungan bagi JKN bocor ke mana-mana. Celakanya, kecurangan itu dapat menyebabkan pelayanan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan terganggu.

"Saya mendengar tindak lanjut dari pertemuan (KPK dan Kemenkes) itu nantinya akan dibentuk Satgas pencegahan fraud. Jika itu nantinya terlaksana, saya kira merupakan langkah yang bagus untuk mengantisipasi terjadinya fraud," ucapnya.

Namun, selain pembentukan Satgas itu, Iqbal juga mengingatkan pentingnya pengawasan. "Yang terpenting adalah adanya pengawasan rutin dan intensif terhadap program JKN. Termasuk juga anggarannya. Sebab, sebagus apapun sistemnya, jika pengawasan minim maka kecurangan-kecurangan itu bisa terjadi," terangnya.

Selama ini, Iqbal melihat pengawasan JKN masih minim. Padahal, program ini sangat rawan karena melibatkan uang yang sangat besar. "Sistem yang baik dan pengawasan yang intensif terhadap program JKN merupakan dua hal yang harus dilakukan pemerintah agar sistem ini dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan masyarakat," tandasnya. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya