Berita

Foto: Najibrazak.com

Dunia

Malaysia Senang Jadi Negara Pertama Yang Dikunjungi Raja Salman

SABTU, 25 FEBRUARI 2017 | 10:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, senang negaranya menjadi negara pertama yang dikunjungi Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud dalam rangkaian tur Asia.

Raja Salman berada di negara tetangga tersebut selama tiga hari sebelum ke Indonesia pada Rabu (1/3) mendatang.

"Kita amat berbangga bahawa Baginda Raja Salman-yang turut diiringi oleh Putera Mahkota Mohammad bin Salman dan kerabat lain -sudi memilih Malaysia sebagai destinasi pertama negara Islam dikunjungi Baginda di rantau ini, dan juga yang pertama di Asia Tenggara sejak Baginda mengambil alih tampuk pemerintahan," demikian dikutip dari situs najibrazak.com.


Dia menjelaskan hubungan persaudaraan kedua negara kukuh dan sudah terjalin sejak lama.

"Hubungan keagamaan kedua-dua negara kita telah terjalin berabad lamanya. Bagi umat Islam di Malaysia, Arab Saudi di mana terletaknya Dua Masjid Suci adalah bumi suci dan mengerjakan Haji adalah rukun Islam yang menjadi impian hidup," imbuhnya.

Kerja sama kedua negara dalam bidang ekonomi juga terus meningkat. Saat ini, Arab Saudi adalah mitra dagang terbesar buat Malaysia.

Apalagi dalam kunjungan ini, kedua negara juga akan menjalin kerja sama baru salah satunya di bidang perminyakan.

"Dalam lawatan Baginda Raja Salman kali ini, kita akan menandatangani beberapa perjanjian dan memorandum persefahaman baharu. Salah satu daripadanya akan melibatkan dua syarikat milik negara terbesar, Saudi Aramco dan PETRONAS. Perjanjian ini akan memanfaatkan kedua-dua negara dan juga rakyatnya," ungkapnya.

Selain Malaysia dan Indonesia, Raja Salman juga mengunjungi  China, Jepang, Maladewa. Negara terakhir yang dikunjungi adalah Yordania. Di Yordania, Raja Salman akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya