Berita

Haedar Nashir

Politik

Ketum Muhammadiyah: Sejengkal Tanah Saja Dikuasai Asing, Kedaulatan Hilang

JUMAT, 24 FEBRUARI 2017 | 11:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Suatu bangsa akan berdiri tegak dan menjadi berkemajuan jika memiliki kedaulatan dan keadilan social. Karena itu, masalah kedaulatan dan keadilan sosial merupakan agenda sangat penting bagi bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pidato iftitah Tanwir Muhammadiyah yang diselenggarakan di Islamic Centre Ambon, Jumat (24/2). Tanwir yang mengambil tema "Kedaulatan dan Keadilan Sosial untuk Indonesia Berkemajuan" ini dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

"Para pendiri bangsa telah meletakkannya (kedaulatan dan keadilan sosial) sebagai bagian fundamental lahirnya Negara Indonesia. Republik ini tegak jika ada kedaulatan dan keadilan sosial, sebaliknya ia kehilangan eksistensinya jika tiada kedaulatan dan keadilan social," kata Haedar.


Dalam rangka menjaga semangat ini, anggota dan pengurus Muhammadiyah semisal  Soekarno, Djuanda dan Soedirman bersama seluruh kekuatan rakyat ketika itu melakukan berbagai upaya. Dari Soekarno, Sudirman, dan Djuanda bangsa Indonesia saat ini harus belajar berkomitmen sekaligus memiliki tanggungjawab tinggi bagaimana mempertahankan kedaulatan Indonesia.

"Jika ada sejengkal tanah-air,  pulau, dan kekayaan berharga di bumi  Indonesia ini dilepas atau dikuasai pihak lain maka itu bentuk hilangnya kedaulatan,” tuturnya, seperti dikutip dari Suaramuhammadiyah.id.

Pemerintah dan seluruh institusi negara lainnya, kekuatan-kekuatan politik,  dan seluruh komponen bangsa, kata Haedar, berkewajiban untuk mewujudkan kedaulatan Indonesia. "Di negeri ini semestinya tidak boleh ada kebijakan yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara,” ujarnya.

Selain itu negara tidak boleh memberi ruang bagi kekuatan asing maupun domestik untuk menguasai kekayaan dan perikehidupan nasional secara sewenang-wenang.

Selain kedaulatan, menurut Haedar, masalah yang sama pentingnya ialah soal keadilan sosial. Konsep keadilan sosial dirumuskan oleh para pendiri bangsa berangkat dari pertimbangan bahwa negara harus melindungi dan membela masyarakat terbesar yang tidak beruntung nasibnya.

"Negara harus hadir menegakkan keadilan sosial melalui kebijakan-kebijakan imperatif prorakyat sehingga mereka menjadi tuan di negerinya sendiri. Sebaliknya negara jangan membiarkan apalagi memanjakan siapapun yang nyata-nyata merusak tatanan negara dan menyengsarakan rakyat," ulasnya.

Haedar mengingatkan bahwa kesenjangan social ekonomi menjadi salah satu masalah bersama yang menghambat kemajuan bangsa selama ini. "Jika Indonesia mampu mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi secara signifikan, maka akan menjadi modal terbesar untuk maju, sekaligus mencegah potensi kerawanan nasional," harap Haedar. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya