PT Angkasa Pura II (Persero) berencana membangun gardu induk khusus tegangan 150 kilovolt (KV) berkapasitas 2 x 60 Mega Volt Ampere (MVA) di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Pembangunan gardu ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas sistem kelistrikan Bandara Soetta.
President Director PT AngÂkasa Pura (AP) II MuhamÂmad Awaluddin menjelaskan, pembangunan gardu induk di kawasan Bandara Soetta guna memastikan pasokan listrik ke bandara tetap terjaga.
"Kami ingin memastikan pasoÂkan listrik ke bandara tetap terjaga dengan membangun gardu induk khusus bertegangan 150 KV dan berkapasitas 2 x 60 MVA," ujarnya, melalui siaran pers, di Jakarta, kemarin malam.
Pembangunan gardu induk tegangan 150 KV dan berkapaÂsitas 2 x 60 MVA dengan nilai investasi sebesar Rp 233 miliar itu akan dilaksanakan oleh PT Waskita Karya Tbk dan ditarÂgetkan tuntas pada 2018.
Apabila gardu induk sudah beroperasi, maka aliran listrik dari gardu induk PLN akan dialirkan ke gardu induk terseÂbut. Kemudian diteruskan ke tiga
power supply yang ada di bandara untuk mendukung kelisÂtrikan di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3, serta kawasan perkantoran.
Hal itu berbeda dengan skema saat ini, di mana pasokan lisÂtrik dari gardu induk PLN lalu dialirkan ke feeder Jakarta InÂternational Airport Cengkareng atau JIAC 1, 2, 3, dan 4. Baru kemudian ke tiga
power supply di mana saat ini PLN telah meÂmasok listrik sebesar 65 MVA di Bandara Internasional Soetta.
Kebutuhan listrik di Bandara Soetta sampai dengan Tahun 2021 diestimasikan mencapai 135 MVA, hal ini diperlukan untuk mendukung sejumlah pembangunan infrastruktur baru bandara seperti
Automated PeoÂple Mover System (APMS), StaÂsiun kereta bandara, Intergrated Building, Cargo Village, ReviÂtalisasi Terminal 1 dan Terminal 2, Pembangunan Runway ketiga, serta pembangunan infrastruktur lainnya di kawasan bandara.
Muhammad Awaluddin menÂjelaskan, PLN dan AP II teÂlah menunjukkan sinergi yang baik dalam hal penyediaan pasokan Listrik untuk kegiatan kebandarudaraan sejak tahun 1984 saat bandara ini pertama kali beroperasi.
Sinergi ini akan ditingkatkan dalam hal penyediaan pasokan utama listrik melalui Gardu Induk Khusus dan JIAC 1, 2, 3, dan 4 nantinya berperan seÂbagai back up, sehingga akan membuat sistem kelistrikan di bandara handal serta dapat cepat melakukan antisipasi apabila ada gangguan.
"Pembangunan gardu induk khusus ini juga bertujuan unÂtuk mendukung operasional Terminal 3, di mana ketika sudah beroperasi penuh dibuÂtuhkan listrik hingga 30 MVA khusus untuk Terminal 3," ungÂkap Awaluddin.
Peningkatan pelayanan lainÂnya, msing-masing terminal di Bandara Soetta akan dilengÂkapi
main power station (MPS) untuk mempermudah pengaturan arus pendistribusian kelistrikan di terminal-terminal.
Saat ini baru terdapat satu MPS untuk mengatur pendistriÂbusian listrik di seluruh kawasan bandara.
Ia menambahkan, pembenaÂhan kelistrikan juga dilakukan melalui penerapan digitalisasi dengan mengimplementasikan sistem SCADA atau
Supervisory Control and Data Acquisition."SCADA memungkinkan kami untuk membangun satu tempat khusus sebagai pusat inÂformasi dan pemantauan seluruh sistem kelistrikan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, sehingga kami dapat lebih cepat mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan serta menÂjalankan langkah kontingensi untuk menanggulangi gangÂguan," katanya.
Ia memaparkan melalui pemÂbangunan gardu induk khusus, lalu pembangunan main power station untuk masing-masing terminal, serta implementasi SCADA, maka PT Angkasa Pura optimistis sistem kelistrikan seÂmakin handal untuk mendukung operasional dan peningkatan peÂlayanan di Bandara Internasional Soetta, Tangerang. ***