JARANG-jarang publik dapat pemandangan ini. Menteri Rini Soemarno jalan bareng dengan Menteri Ignasius Jonan menuju Kilang Balongan, di Indramayu, kemarin.
Keduanya kompak hadir untuk ground breaking proyek pembangunan pipa bawah laut atau disebut Subsea Pipeline dan proyek pembuatan sejenis pompa terapung yang disebut Single Point Mooring atau SPM. Kedua proyek itu dibangun untuk mengalirkan minyak dari kapal tanker menuju kilang-kilang pengolahan. Nilai proyek mencapai Rp1,79 Triliun dan diperkirakan rampung dalam 23 bulan.
Perjalanan menuju Indramayu ditempuh sekitar 2,5 jam. Rombongan berangkat dari Stasiun Gambir pukul 07.00 wib. Jonan dan Rini duduk di kursi nomor 6A dan 6B. Begitu mereka sebangku, sejumlah kamera menjepretnya. "Wah, jarang-jarang dapat moment seperti ini," celetuk seorang wartawan.
Keakraban keduanya tentu menarik perhatian. Sudah sering diisukan retak, sejak bergulirnya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Menariknya lagi, kedua menteri ini juga sedang jadi pusat perhatian pasca pencopotan Dwi Soetjipto-Ahmad Bambang dari jabatan Dirut dan Wadirut Pertamina, beberapa pekan lalu. Penggantinya akan ditetapkan sekitar dua pekan lagi. Namun masukan dari kedua menteri ini tentu menjadi bagian yang amat strategis dan penting sebelum Presiden Jokowi menunjuk siapa Dirut Pertamina definitif.
Sebagaimana diketahui, Pertamina kini dinahkodai sementara oleh Yenni Andayani sebagai Pelaksana Tugas. Yenni melayarkan Pertamina sampai 3 Maret mendatang.
Sepanjang perjalanan, Yenni duduk persis berhadapan dengan Rini dan Jonan. Yenni sebangku dengan Sahala Lumban Gaol, Staf Khusus Menteri BUMN yang juga Komisaris Pertamin. Sahala dan Yenni dicandai Jonan. Katanya, mirip ayah dan anak.
Sepanjang jalan, Rini terlihat ngobrol dengan Jonan. Sesekali mereka tertawa. Maklum, Jonan suka bercanda. Samar-samar mereka berbincang ringan mengomentari Pilkada DKI sampai urusan teknis proyek yang akan diresmikan.
Jonan saat ditanya, "ngobrol apa dengan Bu Rini kok kelihatan akrab? dia menjawab, "Wah, lali aku..." katanya tertawa.
Sejam sebelum sampai di Stasiun Jati Barang, Rini meninggalkan tempat duduknya, lalu pindah ke area restorka dan ngopi sambil ngobrol santai.
Terkait calon Dirut Pertamina, ada sejumlah nama yang santer disebut belakangan ini. Ditanya ke Rini, siapa calon kuatnya? Dia terkejut. "Waduh, pertanyaannya langsung-langsung aja nih..." katanya, ngakak.
Di Balongan, Jonan menyebut, sebenarnya untuk proyek senilai 130 juta USD, dua menteri hadir itu kebanyakan. Tapi, jadi bukti pemerintah berkomitmen kuat untuk ketahanan energi nasional.
"Saya janjian sama Bu Rini hadir di sini, karena pesan Presiden yang meminta kita melayani dengan cepat kebutuhan BBM dalam negeri," katanya.
Jonan mengucapkan selamat kepada Pertamina. Ground breaking menunjukkan ada empowerment setelah 25 tahun Balongan berdiri.
Rini tidak memberikan sambutan. Tapi dia bersama-sama Jonan menyembunyikan sirine tanda dimulainya pembangunan proyek.
Pipa bawah laut dibangun dengan diameter 32 inchi dan panjangnya 15,2 kilometer. Pipa ini akan menyalurkan minyak mentah dari kapal tanker di laut. Sedangkan SPM-nya berkapasitas 165 ribu deadweight tonnage.
Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) dan partner lainnya. Tenaga kerja yang terserap sekitar 600 orang.
Menurut Plt Dirut Pertamina Yenni Andayani, pembangunan proyek tersebut terkait dengan peningkatan kapasitas kilang dari 125 ribu barrel menjadi 240 ribu barrel perhari. Saat ini penyaluran minyak dari kapal tanker juga sudah dilakukan melalui pipa bawah laut tapi butuh diremajakan. Selamat untuk proyek baru Pertamina. Proyek pipa bawah laut yang makin merekatkan hubungan kabinet.
[***]