Dalam rangka mendorong percepatan proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bappenas telah menetapkan daftar rencana proyek infrastruktur atau PPP Book pada tahun 2017 ini.
Daftar tersebut memuat proyek kerjasama pemerintah dan badan usaha kategori siap ditawarkan dengan nilai investasi Rp 1,09 trilliun dan 21 proyek kategori dalam proses penyiapan dengan total nilai investasi Rp 112,23 trilliun.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengharapkan daftar rencana proyek tersebut dapat mengundang minat investor untuk berpartisipasi dan memberikan kepastian kepada dunia usaha bahwa proyek-proyek pemerintah yang tercantum dalam daftar proyek tersebut akan dikerjasamakan dengan swasta.
Secara khusus, ia memberi apresiasi kepada Walikota Bandar Lampung dengan usulan Sistem Penyediaan Air Minum, Gubernur Papua dengan proyek Gelanggang Olah Raga untuk PON 2020, Walikota Medan dengan proyek integrasi angkutan massal Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT), serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan proyek Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sam Ratulangi Manado.
Untuk mendukung koordinasi dan mempercepat pelaksanaan KPBU, termasuk untuk mengawal pelaksanaan proyek-proyek KPBU yang tercantum dalam daftar rencana proyek infrastruktur Tahun 2017, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, BKPM, LKPP, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dalam satu wadah yang disebut Kantor Bersama KPBU Republik Indonesia atau PPP Office Government of Indonesia.
"Diharapkan Kantor Bersama KPBU akan menjadi one-stop service pelaksanaan proyek KPBU dengan fungsi sebagai pusat informasi, koordinasi dan capacity building terkait KPBU," jelas Menteri Bambang di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/2).
Dengan berfungsinya Kantor Bersama KPBU tersebut lanjutnya, Bappenas akan berupaya agar proses KPBU dapat lebih singkat namun tetap akuntabel.
Untuk tahap awal, Kantor Bersama KPBU akan mengawal pelaksanaan proses lima proyek KPBU yang mana proses penyusunan kajian awal Pra Studi Kelayakan (Outline Business Case/OBC).
Kelima proyek tersebut adalah Pembangunan Integrated Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT) Kota Medan, Pembangunan Gelanggang Olahraga Papua untuk PON 2020, Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Sam Ratulangi, Pengembangan Lembaga Pemasyarakatan yang terintegrasi dengan Industri Peternakan di Nusa Kambangan, dan Sistem Penyediaan Air Minum Kota Pekanbaru.
"KPBU merupakan salah satu alternatif pembiayaan infrastruktur yang perlu didorong dan didukung oleh semua pihak guna memacu percepatan penyediaan infrastruktur," tandas Bambang
.[wid]