Amerika Serikat memberiÂkan bantuan hibah senilai 40 juta dolar AS atau setara Rp 533 miliar untuk program konÂservasi kelautan dan perikanan berkelanjutan di Indonesia.
Hibah itu diserahkan di sela peluncuran program dan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan US Agency for International Development (Usaid) Marine Conservation and Sustainable Fisheries Program in IndoneÂsia, di Jakarta, kemarin.
Sekjen KPP Sjarief Widjaja mengapresiasi bantuan dari negara Paman Sam tersebut. Dia berharap, bantuan bisa meningkatkan produktivitas perikanan, ketahanan pangan dan nutrisi, serta mata pencaÂharian yang berkelanjutan melalui upaya konservasi habiÂtat dan spesies penting.
"Kami harapkan juga proÂgram ini dapat meningkatkan kapasitas KKP dalam
impleÂmentasi Port State Measure Agreement (PSMA), pemberÂantasan
illegal, unreported, unregulated fishing, dan alert system di 86 MPA
(marine protected area) melalui pemanÂfaatan data satelit VIIRS untuk mendeteksi kapal (
VIIRS boat detection)," katanya.
Duta Besar AS untuk IndoÂnesia, Joseph Donovan menÂgatakan, pihaknya menguÂcurkan hibah karena memanÂdang Indonesia sebagai mitra yang kuat di sektor maritim. Termasuk, kerja sama untuk melindungi keanekaragaman hayati laut yang vital.
Dia menilai, pemanfaatan berkelanjutan akan mengaÂmankan sumber daya panÂgan dan mata pencaharian masyarakat Indonesia.
"Dengan program Usaid, akan diupayakan pengelolaan 6 juta hektare habitat kritis keÂlautan dan perikanan, pembanÂgunan dan dukungan terhadap 15 KKL (kawasan konservasi laut)," katanya.
Donovan menambahkan, dalam program kerja sama ini kedua negara juga berupaya untuk meningkatkan perikanan produktivitas, keamanan panÂgan dan gizi, serta mata pencaÂharian yang berkelanjutan di 13 kabupaten di Maluku Utara, Maluku, dan Papua Barat.
Dirjen Penguatan Daya SaÂing Produk KKP Nilanto PerÂbowo berharap, kerja sama dengan AS di sektor maritim bisa terus berlanjut.
"Kemitraan dengan peÂmerintah AS akan membantu menjawab tantangan penting dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahterÂaan masyarakat pesisir di tiga provinsi yang menjadi fokus kerja," jelasnya. ***