Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta PT Angkasa Pura (AP) I Persero memperpanjang jam operasional Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Perpanjangan waktu ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Kota Gudeg tersebut.
Communication DepartÂment Head Angkasa Pura Airports Ida Bagus Ketut Juliadnyana mengatakan, perpanjangan jam operasional di Bandara AdisutjipÂto Yogyakarta memungkinkan diÂlakukan asalkan ada persetujuan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan TNI Angkatan Udara (AU) sebagai pemilik lahan Bandara Adisutjipto.
"Opsi ini sebenarnya sudah kita rencanakan, namun harus melewati dua izin tersebut. KaÂlau salah satunya tidak merestui (Kemenhub atau TNI AU -Red) ya nggak bisa kita perpanjang jam operasionalnya," kata Bagus kepada Rakyat Merdeka.
Sambil menunggu pembangunan Bandara Kulon Progo rampung, lanjut Bagus, langkah yang dilakuÂkan AP I adalah menambah jumlah penerbangan ke Yogyakarta.
Namun langkah ini menurutÂnya bukan tanpa kendala. Selama ini banyak maskapai yang mau menambah jadwal penerbangan ke Yogyakarta namun memilih jadwal di Golden Time atau jam penerbangan yang ideal seperti pagi dan sore hari.
"Karena banyak berebut
GoldÂen Time, ya slot di jam tersebut penuh, sehingga kita sulit namÂbah slot lagi," papar Bagus.
Karena itu, ke depan AP I berencana memberikan tarif berbeda bagi maskapai penerÂbangan yang mau menambah jumlah penerbangannya ke YogÂyakarta di luar
Golden Time.
Dengan langkah ini, kata Bagus, Bandara Yogyakarta diklaim masih mampu melayani peningkatan penumpang dalam dua tahun ke depan.
"Kalau kita lihat trafiknya, langkah ini bisa melayani penÂingkatan penumpang dua tahun ke depan. Sambil kita percepat pembangunan Bandara Kulon Progo," tegas Bagus.
Corporate Secretary PT AngkaÂsa Pura I (Persero) Israwadi meÂnambahkan, sebetulnya sudah ada surat dari Menteri Perhubungan yang ditujukan kepada Kepala Staff Angkatan Udara (KASAU) untuk penambahan jam operaÂsional di Bandara Adisutjipto.
"Sudah ada surat dari Menteri Perhubungan untuk penambahan operating hours karena Bandara Adisutjipto enclave sipil dari jam 05.00 sampai dengan 21.00 menjadi jam 05.00 sampai denÂgan jam 24.00," jelas Israwadi.
Menurutnya, jika penambahan waktu ini disetujui KASAU dan Kemenhub, diproyeksikan jumlah penumpang bertambah. "Target kami di 2017 penumpang menjadi 7.888.113, ini tentu akan terlampui dengan adanya penambahan
operÂating hours tersebut," tuturnya.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta AP I meningkatkan kedatangan wisatawan ke Yogyakarta denÂgan menambah jam operasional. Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu selesainya Bandara Kulon Progo.
"Masih ada jeda antara saat ini hingga bandara baru tersebut resmi beroperasi, sekitar 2 tahun lagi. Karena itu, saya meminta untuk Bandara Adisutjipto diÂmaksimalkan," ujarnya di YogÂyakarta, kemarin.
Menurut Sultan, minat masyarakat untuk ke Yogyakarta menggunakan pesawat terbang sebenarnya sangat besar. SejumÂlah maskapai juga sudah berusaha mengajukan penambahan jadwal penerbangan. Hanya saja karena kapasitas bandara yang terbatas, maka keinginan maskapai terseÂbut tidak bisa dipenuhi.
"Ke depan kita meminta agar pengelola menambah jam operaÂsional dari tutup pukul 21.00 WIB menjadi 24.00 WIB," ujar Sultan.
Ia menyebut, sejumlah maskaÂpai sudah menyanggupi untuk opÂerasional hingga malam. "Kalau ini bisa disetujui, saya kira sangat bagus. Tidak ada lagi warga Yogyakarta yang menginap di Jakarta," terang dia. ***