Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pemerintah Masih Tidak Serius Dengan Poros Maritim Dunia

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017 | 17:13 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pemerintah dianggap belum serius untuk mewujudkan kedaulatan nusantara melalui program poros maritim dunia yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
 
Menurut Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) Riswanto, hingga kini pemerintah masih kebanyakan menebar janji-janji kosong bagi nelayan, pengusaha sektor kelautan dan juga masyarakat pesisir secara keseluruhan.
 
"Saya ingat pemerintah juga menjanjikan kapal, bagi-bagi kapal bagi nelayan. Ada juga menteri mau kasih kapal dan modal bagi lulusan sekolah kelautan katanya. Emang banyak duitlah pemerintah ini ya. Semua mau dikasih kapal, terus membawa kapal sendiri dan jadi ABK sendiri. Masalah yang ada tidak diatasi, kebanyakan janji-janji doang,” ujar Riswanto di Jakarta, Kamis (16/2).
 

 
Menurut dia, jangankan Program Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, persoalan alat tangkap saja masih terus dibuat polemik. "Bagaimana mau jadi Poros Maritim Dunia kalau persoalan alat tangkap saja pun ribut terus, tidak berpihak kepada kaum kecil,” jelas Riswanto.
 
Contoh konkrit, lanjut dia, pemerintah perlu mengecek dengan sungguh bahwa sudah begitu banyak nelayan dan orang-orang Indonesia yang malah memilih menjadi buruh maupun Anak Buah Kapal (ABK) di kapal-kapal asing. Hal itu terjadi dikarenakan nelayan dan masyarakat Indonesia sendiri tidak bisa memperoleh penghidupan yang lebih baik.
 
Jika memang peduli kepada nelayan Indonesia, sambung dia, maka tentu harus dibenahi secara konkrit kesiapan nelayan dan kebutuhan nelayan Indonesia itu sendiri. "Marilah dulu berpikir logika, kenapa orang-orang lebih memilih menjadi ABK di kapal asing ketimbang jadi nelayan atau jadi ABK di negara sendiri? Padahal, negara kita sebegitu kaya dengan sumber daya lautnya,” ujar Riswanto.
 
Hal itu terjadi, kata dia, dikarenakan tidak ada keseriusan pemerintah untuk mengembangkan sektor laut dan nelayannya sendiri. Juga, tidak pernah serius mendorong pengusaha Indonesia untuk berusaha dengan baik di negaranya sendiri. "Pemerintah seolah tidak mau mendorong para pelaku atau pengusaha perikanan untuk lebih maju. Jadi, pemerintah kita ini belum serius mengelola sumber daya kelautan kita,” ujar Riswanto.
 
Dia berharap, ke depan ini, ada bukti konkrit yang dilakukan pemerintah yang bisa dilakukan dan dikembangkan bagi kesejahteraan nelayan Indonesia. "Mestinya, pemerintah kita belajar dari pengalaman masa lalu dalam hal-hal pengembangan dan bantuan kepada nelayan,” demikian Riswanto. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya