Berita

Din dalam sebuah acara di Italia

Politik

Hari H Pilkada Jakarta, Pesan Din Syamsuddin Kembali Viral

RABU, 15 FEBRUARI 2017 | 08:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pesan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang beberapa waktu lalu beredar kembali viral di media sosial sejak beberapa hari jelang dan sampai hari H pencoblosan Pilkada DKI Jakarta.

Selain menyoroti pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama yang kerap menyulut kontroversi, Din juga mengkritisi berbagai kebijakan mantan Bupati Belitung Timur yang akrab disapa Ahok tersebut.

Lewat tulisannya, Din berkesimpulan bahwa Ahok tak cocok menjadi seorang pemimpin. Karena dia bukan problem solver, melainkan problem maker.


Berikut tulisan lengkap Din Syamsuddin.

Pesan untuk Bangsa

Saya menolak Ahok bukan karena dia Kristiani atau Tionghoa, bukan pula karena saya mendukung salah satu dari dua pasangan calon lain. Kerukunan antar agama dan antar suku/ras tengah kita rajut tapi Ahok merusaknya.

Saya menolaknya adalah karena hati nurani saya meyakinkan bahwa dia bukan pemimpin yang cocok bagi masyarakat Jakarta apalagi Indonesia. Kiprahnya selama memimpin DKI Jakarta tidak sepi dari kelemahan-kelemahan mendasar.

Dia sangat patut diduga melakukan korupsi dalam kasus RS Sumber Waras dan Reklamasi Pulau-pulau di Teluk Jakarta. Namun KPK tidak berdaya menyeretnya seperti menyeret para tersangka yang diduga menerima suap dalam jumlah kecil sekalipun.

Sepertinya ada kekuatan besar yang membelanya, dan pihak pemangku amanat dan  penentu kebijakan seperti tidak berdaya bekerja dengan hati nurani.  Begitu pula rasio saya menyimpulkan dia bukanlah pemimpin mumpuni, apalagi bekerja utk rakyat kecil.

Dia lebih bekerja untuk para pengusaha besar (Reklamasi Teluk Jakarta untuk siapa?). Prestasinya memimpin Jakarta selama ini lebih karena opini yang dibangun media-media pendukungnya yang tidak menampilkan keburukan-keburukannya; apa yang dianggap sebagai  keberhasilan Ahok sesungguhnya sudah dimulai sejak masa Gubernur Joko Widodo, bahkan Gunernur Fauzi Wibowo dan Sutiyoso.

Debut Ahok yang loncat-loncat dari partai yang satu ke partai lain menunjukkan ambisi kekuasaan yang sangat oportunistik. Bahwa dia melupakan partai atau orang yang berjasa mendukungnya juga merupakan perilaku tidak etis dari seorang  pemimpin.

Bagi saya, Ahok adalah problem maker, bukan problem solver. Takdir Allah yang memelesetkannya dengan ujaran kebencian di Pulau Seribu yang kemudian mendorong reaksi besar adalah tanda bahwa Kekuasaan dan Keadilan Ilahi sedang menempuh jalannya.

Kepada Kaum Beriman/ Umat Beragama jangan abaikan itu. Kita semua harus bersama-sama tergerak untuk menyelamatkan bangsa ini dari ketersanderaan dan perpecahan.

Merdeka! Salam

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya