Berita

Publika

Semburan Beracun Ahok

KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 | 13:47 WIB

AHOK nyaris membuat negara Indonesia hancur berantakan. Energi bangsa tersedot hanya mengurus soal dirinya saja. Tingkah laku dan tutur katanya selalu menciptakan petaka dan gelombang musibah. Menghina, mencaci, mengancam membunuh, menggusur, menista agama dan ulama.

Belum lagi kekebalan hukum atas dirinya terkait sejumlah dugaan kasus korupsinya. Kejumawaannya melakukan kooptasi terhadap institusi negara. Terlalu panjang diuraikan disini dan tidak berkesudahan.

Kasus penistaan agama itupun baru terangkat setelah jutaan umat Islam melancarkan aksi menuntut keadilan, yang tidak sebanding dengan banyaknya korban tak bersalah berjatuhan. Tokoh nasional dan aktifis, masyarakat umum yang ditangkap dan ditahan oleh rezim atas tuduhan makar dan ITE. Ulama dan aktifis Islam yang tergabung dalam GNPF MUI ditersangkakan dan diancam di penjara, yang belum tentu menghasilkan vonis persidangan Ahok yang optimal.


Dalam persidangan baru-baru ini, Ahok melontarkan semburan beracunnya. Ia menyatakan bahwa Fatwa MUI atas penistaannya terhadap Al Maidah 51, lahir dari hasil lobi via HP percakapan antara SBY dan KH. Ma'ruf Amin. Lontarannya kembali menimbulkan polemik dan konflik besar.

Kalangan Nahdiyin tidak senang dengan pernyataan Ahok yang menghina ulama yang sangat mereka hormat dan masih memiliki nasab keturunan ulama besar dunia Kiai Nawawi Al Bantani Rohimakumullah. Anshor, Banser, Pagar Nusa, akan menyerbu dan 'mencincang' sang penista.

Kabarnya kepala BIN kebakaran jengot dan mencak-mencak atas insiden ini. Adanya pengakuan Ahok memiliki rekaman tersebut berarti BIN selama ini di bawah Kendali operasi Ahok. Komisi 1 DPR RI berencana akan memanggil Kepala BIN untuk mengklarfiikasi atas sadapan tersebut.

Bahkan demi Ahok, Pangdam, Kapolda dan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan pun mendatangi kediaman dan sowan kepada KH. Ma'ruf Amin. Tampaknya negara rela mengorbankan dan kehilangan segalanya demi melindungi Ahok yang dibeking para taipan.

Lucu negara ini, yang menghujat dan menyebarkan hasutan Ahok, yang gelagapan sibuk mendatangi rumah KH. Ma'ruf Amin, adalah Luhut Binsar Panjaitan, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam. Siapa sih sebenarnya Ahok ini. [***]

Martimus Amin
Pengamat Hukum dan Politik

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya