Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Jaya Suprana: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya

RABU, 01 FEBRUARI 2017 | 09:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

RMOL.CO memberitakan bahwa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengajak seluruh pendukung Anies-Sandi kembali membuka mata dan hati melihat realita di Jakarta.  

Ajakan tersebut disampaikan Sohibul dalam kesempatannya menyertai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies-Sandi pada kampanye akbar di Lapangan Arcici, Jakarta Pusat pada petang hari Minggu 29 Januari 2017.

"Jakarta memang adalah kota yang maju, tetapi apakah kemajuan itu telah dirasakan oleh seluruh warga Jakarta?," ujar Sohibul.


Sohibul Iman melanjutkan, mungkin ada segelintir pihak yang sudah merasakan kemajuan itu. Sehingga tugas merekalah untuk tidak diam melihat ketimpangan di sekitarnya.

"Mungkin Pak Anies dan Pak Sandi sudah meraih karir yang luar biasa sebelum ini, tetapi kami semua di sini tentu tidak ingin yang menikmati kemajuan itu hanya segelintir saja. Kami ingin semua warga menikmati kebahagiaan di bumi Jakarta ini," sambungnya.

Menurut Sohibul, Anies-Sandi hadir dengan membuka mata melihat berbagai persoalan di Jakarta dan berkomitmen kuat untuk memperbaiki persoalan-persoalan itu.

Meski hadir pada kampanye akbar paslon kepala daerah Anies-Sandi, namun tampaknya presiden PKS tidak eksplisit melakukan kampanye mendukung paslon usungan PKS. Presiden PKS lebih memberikan wejangan kepada Anies-Sandi dan para pendukungnya untuk membuka mata dan hati demi menyimak kenyataan kehidupan kota Jakarta.

Pada kenyataan memang kemajuan kota Jakarta belum dinikmati oleh segenap warga kota Jakarta sesuai dengan sila ke lima Pancasila yaitu keadilan sosial bagi segenap rakyat Indonesia. Makna upaya menghadirkan keadilan kesejahteraan memang sesuai dengan kepanjangan akronim PKS yaitu Partai Keadilan Sejahtera.

Pada kenyataan pembangunan kota Jakarta memang masih belum berhasil mempersempit jurang kesenjangan sosial akibat terlalu mengedepankan pembangunan infra-struktur sehingga tidak segan mengorbankan lingkungan alam, sosial, budaya, bahkan rakyat.

Secara tak langsung, presiden Partai Keadilan Sejahtera mengingatkan kita pada syair lagu Indonesia Raya yang secara sadar sengaja meletakkan seruan
Bangunlah Jiwanya” bukan di belakang, namun di depan Bangunlah Badannya”.

Pesan untuk menjunjung tinggi kemanusiaan, kerakyatan serta keadilan sebenarnya bukan terbatas hanya bagi paslon nomor urut tiga, namun juga bagi kedua paslon lainnya. Bahkan sebenarnya juga bagi segenap calon kepala daerah di persada Nusantara yang akan memperebutkan suara rakyat pada Pilkada 2017.

Tidak bisa diingkari bahwa adalah merupakan kewajiban bagi segenap kepala daerah yang terpilih oleh rakyat untuk menjadi kepala daerah di daerah masing-masing agar jangan sampai mengorbankan rakyat atas nama pembangunan.

Adalah kewajiban bagi setiap kepala daerah yang secara demokratis terpilih oleh rakyat di daerah masing-masing untuk masing-masing menatalaksanakan pembangunan infra struktur sesuai Agenda Pembangunan Berkelanjutan yaitu tanpa harus mengorbankan lingkungan alam, sosial, budaya terutama rakyat.

Rakyat adalah subyek bukan obyek untuk dikorbankan sebagai tumbal pembangunan. Memang pembangunan membutuhkan pengorbanan namun yang seharusnya berkorban adalah pihak pelaksana pembangunan.

Pengorbanan yang dimaksud jelas sama sekali bukan berarti pihak yang berwenang menatalaksana pembangunan lalu boleh sewenang-wenang mengorbankan rakyat atas nama pembangunan. [***]

Penulis adalah pembelajar agenda pembangunan berkelanjutan 

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya