Berita

Jaya Suprana/net

Jaya Suprana

Tabayyun

SABTU, 28 JANUARI 2017 | 12:12 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

FENOMENA hoax sedang merundung bukan saja Nusantara masa kini namun juga segenap penjuru plalnet bumi yang sudah dilengkapi dengan teknologi media sosial sehingga siapa saja bisa menebar informasi menyesatkan.

Situs Suara Nahdlatul Ulama: Khotbah Jum’at 3 Februari 2016 dengan judul "Tabayyun sebagai Ajaran Islam", mengungkapkan bahwa tabayyun merupakan tradisi ajaran Islam yang dapat menjadi solusi bagi informasi-informasi yang berpotensial memunculkan konflik dalam masyarakat.

Metode tabayyun merupakan proses klarifikasi sekaligus analisis atas informasi dan situasi serta problem yang dialami umat. Harapannya akan mendapatkan hasil kesimpulan yang lebih bijak, arif dan lebih tepat sesuai keadaan masyarakat sekitarnya.  


Allah SWT memberikan pelajaran bagi kita semua dalam firmanNya: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."(QS. Al-Hujurat: 6).

Pada ayat lain Allah SWT berfirman: "Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS al-Isrâ’ [17]: 36).

Ayat tersebut, mengandung makna yang selaras dan saling melengkapi dengan ayat yang telah tersebutkan sebelumnya. Ayat pertama menyebutkan keharusan bertabayyun terhadap adanya suatu berita atau informasi ataupun datangnya suatu pemahaman dan cara berpikir keberagamaan yang baru. Sedangkan pada ayat kedua disiratkan tidak diperkenankannya mengikuti sesuatu yang belum diketahui secara jelas. Menyiratkan pula adanya proses tindak lanjut terhadap sesuatu yang belum diketahui, agar dapat diketahui secara benar dan jelas.

Aktivitas pendengaran, aktivitas penglihatan dan aktivitas nurani akan dimintakan pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.  Uraian bijak dari situs Suara Nahdlatul Ulama itu melengkapi warisan pengajaran almarhum cak Nur kepada saya mengenai makna tabayyun.

Lewat jalur linguistik, saya juga menyimak tafsir Kamus Besar Bahasa Indonesia terhadap makna kata tabayun (dengan hanya satu huruf y ) sebagai berikut: 1. Pemahaman; Penjelasan dengan contoh kalimat : "sebelum mengkritik kita perlu mendapatkan tabayun". 2. Perbedaan ; ikhlilaf ; kontradiksi dengan contoh kalimat : ada tabayun antara kedua pendapat itu.

Mohon dimaafkan bahwa dengan segenap keterbatasan, kekurangan dan kedangkalan daya tafsir yang saya miliki, saya memberanikan diri untuk menyimpulkan bahwa makna kata tabayyun (saya memilih kata dengan dua y ) dalam konteks komunikasi pada hakikatnya adalah luhur dan indah.

Keluhuran dan keindahan makna kata tabayyun mengingatkan saya sebagai umat Nasrani kepada pesan wejangan Jesus Kristus "Jangan Menghakimi".

Maka adalah luhur dan indah, apabila sesama warga Indonesia yang di masa kini sedang asyik saling mencurigai, saling membenci, saling menghujat, saling memfitnah bahkan saling melapor sudi berhenti saling mengkotak-kotakkan diri memecah-belah bangsa demi berkenan duduk bersama untuk saling bertukar paham dan pendapat secara musyawarah-mufakat sebagai upaya bergotong-royong mencari serta mendapatkan tabayyun sebagai zat perekat serta enerji pelestari persatuan dan kesatuan Indonesia.

Penulis adalah pembelajar makna tabayyun


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya