Berita

Saiful Bahri Ruray/net

Politik

Menyedihkan, Sudah Dua Alumni Komisi III Yang Menggoyang Konstitusi

SABTU, 28 JANUARI 2017 | 10:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anggota Komisi III DPR RI, Saiful Bahri Ruray, mengaku sangat sedih karena kehormatan lembaga Mahkamah Konstitusi sudah tercoreng dua kali.

Sudah dua hakim konstitusi yang pernah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yang lebih membuat ia prihatin, keduanya merupakan "alumni" dari Komisi III DPR RI.

Yang ia maksudkan ialah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, yang ditangkap pada 2013 lalu. Lalu, mantan hakim konstitusi, Patrialis Akbar, yang diciduk pada Rabu lalu. Mereka berdua terlibat dalam perkara suap.


"Kedua hakim konstitusi itu hasil perekrutan DPR RI, alumni Komisi III," ucap Saiful dalam diskusi "Lagi, Korupsi di Mahkamah Konstitusi" di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/1).

Ia lebih menyesali, korupsi sudah merambah ke lembaga MK yang adalah penjaga konstitusi, yang fungsi dan strukturnya perlu mendapat kepercayaan tinggi dari rakyat.

"Ada yang hilang dalam proses berbangasa bernegara, khususnya dalam kasus MK. Kalau kita bicara MK dalam konteks konstitusi, maka ada pelajaran yang menyatakan konstitusi adalah segalanya," ucapnya.

Kalau konstitusi "digoyang" dengan perkara-perkara korupsi yang mempermalukan MK, lanjut dia, maka sama saja itu sudah merombak dasar bernegara.

"Norma fundamental negara ini yang sedang dirobohkan oleh Patrialis," tegasnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya