Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Medsos Perlu Diatur Dalam RUU Pemilu

SELASA, 24 JANUARI 2017 | 03:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Panitia Khusus (Pansus) RUU Penyelenggaran Pemilu DPR RI menganggap perlu mengatur keberadaan media sosial (medsos) dalam RUU Pemilu. Alasannya, pengaruh medsos saat ini sangat tinggi.

"Media sosial ini perlu diatur, karena dikhawatirkan akan memberikan informasi yang tidak kredibilitas atau mengarah pada berita hoax, maka dari itu hal ini akan menjadi perhatian kami semua," kata Ketua Pansus, Lukman Edy, Senin (23/1).

Politisi PKB ini juga keberatan apabila ada keterbatasan waktu dalam menyampaikan informasi tentang calon peserta pemilu, sebab akan mengurangi pengetahuan publik tentang calon peserta pemilu itu. Padahal hal tersebut berkaitan erat dengan peningkatan partisipan masyarakat dalam memilih nantinya.


"Kalau ada pembatasan yang sangat signifikan pada media, dalam mensosialisasikan, mengkampanyekan dan mengiklankan Pemilu 2019 dikhawatirkan tidak berkeadilan dalam meningkatkan partisipasi publik. Karena banyaknya informasi hubungannya erat dalam meningkatnya partisiapan publik, makanya harusnya dibuka ruang lebih luas dalam menyampaikan informasi," jelasnya.

Lukman menambahkan semangat RUU Penyelenggara Pemilu yang di dalamnya mengatur tentang media sebenarnya mengarah pada informasi yang berkeadilan.

"Oleh karena itu, semua aspirasi yang diterima dari media nasional untuk dicarikan solusinya agar peran media maksimal dalam meningkatkan partisipan publik," tutupnya seperti dilansir dari Parlementaria. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya