Berita

Hadar Nafis Gumay/Net

Politik

PILKADA SERENTAK 2017

KPU Akui Mencoblos Kotak Kosong Memang Agak Unik

SELASA, 24 JANUARI 2017 | 01:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kehadiran pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pilkada dengan satu pasangan calon (Paslon) sangat dibutuhkan. Pemilih masih mempunyai alternatif lain dalam menentukan hak pilihnya walaupun Pilkada tersebut hanya diikuti oleh paslon tunggal.

"Sebetulnya pilihan itu ada alternatifnya. Bisa memilih Paslon atau tidak memilih. Tapi itu harus dinyatakan, bukan kemudian tidak hadir pada proses pemungutan suara," ungkap Anggota KPU RI Hadar Nafis Gumay dilansir dari situs KPU, Selasa (24/1).

Jika tidak setuju dengan Paslon yang ada, pemilih bisa menentukan pilihannya dengan mencoblos kotak kosong yang terdapat di surat suara.


"Ini memang agak unik, tapi inilah demokrasi kita di Indonesia, tentu ini baru. Dan ini sesuatu yg secara aturan main diperbolehkan. Tidak apa-apa. Jadi Pilkada dengan satu Paslon itu ada di sistem negara kita," lanjutnya.

Hal itu diungkapkan Hadar saat melakukan sosialisasi tata cara pemungutan suara kepada para pemilih dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Kabupaten Landak 2017, yang digelar di Taman Kota Intan, Landak, Kalimantan Barat, Sabtu (21/1). Seperti yang diketahui, Kabupaten Landak merupakan salah satu dari sembilan daerah yang pilkadanya hanya diikuti oleh satu paslon.

Hadar menambahkan, jika nantinya yang memperoleh suara terbanyak adalah paslon, maka Paslon tersebut akan dinyatakan sebagai pemenang dan Landak akan mempunyai Bupati yang definitif.

Begitu juga sebaliknya, jika yang memperoleh suara terbanyak adalah kotak kosong, itu berarti masyarakat tidak setuju dengan calon tersebut dan akan digelar kembali Pilkada pada tahun berikutnya. Dan pemerintah akan menunjuk penjabat dalam memimpin pemerintahan di Kabupaten Landak.

"Makanya pelajari betul konsekuensi Bapak Ibu dalam memilih karena ini merupakan hal yang penting. Tentukan pilihan berdasarkan pertimbangan masing-masing," tukas Hadar. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya