Berita

Foto; Net

Politik

Andi Arief: Meski Sunny Di Belakang Populi, Hasil Survei Kita Hormati

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 09:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Survei politik dalam pemilihan kepala daerah membantu masyarakat melihat kekuatan pasangan calon. Apapun hasilnya, tidak perlu disalahkan apalagi sampai dimaki.

Perbedaan hasil survei adalah hal biasa, dan nanti akan diuji pada kenyataan.

Demikian disampaikan politisi Partai Demokrat Andi Arief dalam perbincangan pagi ini (Senin, 23/1).


Pernyataan Andi Arief ini sebagai komentar atas kecaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo terhadap berbagai lembaga survei politik.

"Saya tidak sependapat dengan Pak Pak Prabowo dan Gerindra (yang mengatakan) bahwa survei adalah pesanan hanya karena Anies dan Sandi tidak unggul," kata Andi Arief.

"Terlalu prematur (menyalahkan lembaga survei)," sambungnya.

Sampai hari ini satu-satunya lembaga survei politik yang menempatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di posisi teratas adalah Populi Center.

"Meski Sunny Tanuwidjaya di belakang Populi, tapi sebagai sebuah survei kita hormati dan hanya jadi pembanding data survei yang lain," masih kata Andi Arief.

"Kita tahu lembaga survei lain Charta, Indikator, Poltracking, LSI Denny JA, Kompas, Grup Riset Potensial (GRP) sejak Desember menyampaikan hasil survei yang memperlihatkan bahwa AHY di urutan pertama, disusul Ahok dan Anies," demikian Andi Arief. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya