Berita

Foto/Net

Politik

Gerindra: Wajar SBY Curhat Di Twitter

MINGGU, 22 JANUARI 2017 | 15:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Curahan hati Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akun pribadi Twitter miliknya merupakan hal yang wajar. Sebagai seorang yang pemimpin negeri ini, SBY tentu merasa kecewa dengan masalah yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara saat ini.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menanggapi kicauan SBY, dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi sesaat lalu, Minggu (22/1).

Dijabarkan Arief bahwa cara penyelesaian masalah di era SBY memang berbedang dengan era Jokowi. SBY yang meski berlatar belakang militer tidak pernah menyelesaikan masalah dengan cara yang represif dan main tangkap terhadap mereka yang kebebasan berdemokrasi.


"Mungkin kalau dibandingkan saat SBY berkuasa berita hoax, fitnah juga banyak seperti SBY sudah menikah dan punya anak sebelum dengan Ibu Ani Yudhoyono, gulingkan SBY, tapi semua didengar dan diatasi dengan bijak oleh SBY. Sehingga tidak mengarah pada perpecahan anak bangsa," jabarnya.

Pernyataan-pernyataan keberataan yang dilontarkan dari pihak oposisi saat itu, lanjut Arief, bahkan lebih keras dibanding saat ini. Tapi mereka semua diajak bicara oleh SBY satu demi satu tanpa main lapor polisi atau memerintahkan polisi menangkap yang bersebrangan.

"Sebenarnya, hoax yang menyebar tidak lepas dari sebuah macetnya saluran komunikasi yang dibangun oleh Joko Widodo dengan masyarakat terutama kelompok masyarakat yang tidak berkecimpung di parpol yang sebenarnya memiliki pengaruh lebih besar dari parpol ,seperti serikat buruh,ormas dan lain lain," sambungnya.

Namun begitu, Arief menilai bahwa carut marut yang terjadi saat ini tidak lepas dari pemerintahan yang dipimpin oleh SBY selama 10 tahun terakhir, yang banyak meninggalkan masalah sosial, politik, dan ekonomi yang harus dijalankan oleh Joko Widodo.

"Jadi SBY yang menabur dengan bibit membangun bangsa dan negara yang kurang berkualitas, akhir Joko Widodo menuai badai hoax dan fitnah. Dan rakyat lemah banyak hilang perhatiannya," pungkasnya. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya