Berita

Sukmawati/Net

Politik

Sukmawati Gagal Paham Sejarah Partai Masyumi

KAMIS, 19 JANUARI 2017 | 08:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan putri proklamator RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri yang menyudutkan kelompok Islam disayangkan banyak orang.

Dalam pernyataannya di sebuah diskusi bertajuk "Pancasila dalam Tantangan Toleransi Kehidupan Umat Beragama Di Indonesia" beberapa waktu lalu di Jakarta, Sukmawati menyebut bahwa intoleransi berawal dari kelompok Islam yaitu Partai Masyumi.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Mora Harahap menilai Sukmawati telah gagal paham dengan sejarah Partai Masyumi. Terlebih, dalam diskusi tersebut Sukmawati menyebutkan bahwa sikap intoleran Partai Masyumi ditunjukkan saat Pancasila dijadikan dasar negara.


"Kita sangat menyayangkan pernyataan Ibu Sukmawati yang seolah-olah menyudutkan Islam. Sebagai anak dari tokoh proklamator yang sangat kita hormati, seharusnya beliau paham akan sejarah Masyumi yang sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh yang sudah memberikan kontribusi besar untuk bangsa ini," ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (19/1).

Dijelaskan Mora, jika saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) suara umat islam yang mayoritas berada dalam Partai Masyumi memaksakan kehendak atau intoleran, maka kelahiran bangsa ini tidak akan pernah terwujud.

"Tetapi karena sikap toleransi dan kecintaan para anggota sidang pada saat itu yang mengedepankan semangat persatuan maka kalimat kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya pun diganti dalam butir-butir Pancasila," ungkapnya.

Mora menambahkan, Sukmawati seharusnya mencari solusi di tengah berbagai polemik yang saat ini sedang mengancam negeri. Bukan sebaliknya, dia menambah masalah dan menyulut api anti kebhinnekaan.

"Saya khawatir ini dapat memicu masalah baru yang pada akhirnya memecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa," pungkasnya. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya