Berita

Maruarar Sirait/Net

Politik

Maruarar Sirait: Pernyataan Panglima TNI Perkuat Posisi Pemerintahan Jokowi

KAMIS, 19 JANUARI 2017 | 08:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengapresiasi dan medukung pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam rapat pimpinan TNI awal pekan ini.

Paling tidak, ada dua point penting yang disampaikan Gatot dalam rapim tersebut, yaitu memerintahkan TNI untuk terus mendukung Presiden Joko Widodo yang sah dan konstitusional, serta TNI siap mendukung dan membantu Polri dalam menindak ormas-ormas radikal dan anti-Pancasila.

"Kita mengapresiasi komitmen dan tekad Pak Panglima tersebut," kata Maruarar Sirait saat dihubungi, pagi ini (Kamis, 19/1).


Di sisi lain, sambung Maruarar, pernyarataan Gatot ini juga semakin mengkonfirmasi dukungan kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Selama ini, dukungan kepada Presiden Jokowi dari Senayan sudah sangat kuat. Pemerintahan Presiden Joko Widodo didukung oleh mayoritas anggota DPR. Bahkan, banyak kebijakan pemerintah yang mendapat dukungan dari semua fraksi di DPR.

Pemerintahan Jokowi juga, sambung Maruarar, mendapat dukungan dari rakyat Indonesia. Berbagai survei dari lembaga mengafirmasi hal ini, betapa rakyat sangat percaya kepada pemerintahan Jokowi. Bahkan, kebijakan dan langkah yang dikeluarkan Jokowi juga mendapat sambutan dan dukungan dari rakyat, seperti dalam memilih Panglima TNI dan Kapolri, serta dalam kebijakan tax amnesty.

"Pernyatan panglima ini semakin memperkuat dukungan dan posisi pemerintahan Pak Jokowi," ungkap Maruarar.

Terkait dengan Pancasila, Maruarar mengatakan bahwa Pancasila tidak lahir begitu saja. Pancasila lahir setelah melalui proses kontestasi pemikiran dan ideologis. Karena itulah, Pancasila akhirnya menginspirasi proklamasi dan menginspirasi Bung Karno dalam mengelola negara serata merawat nilai-nilai pluralisme dan toleransi.

Hal ini, lanjut Maruarar, terlihat jelas dari pidato Bung Karno soal Pancasila. Kata Bung Karano, Indonesia merupakan negara untuk semua, bukan negara untuk golongan atau kelompok tertentu saja. Dengan tegas, Bung Karno pun menyebut negara gotong royong sebagai implementasi dari nilai-nilai Pancasila.

Indonesia ke depan, lanjut pria yang akrab disapa Ara, memang membutuhkan pemimpin seperti Soekarno yang memiliki ketegasan dan karakter, serta benar-benar menjiwai, memahami dan melaksanakan Pancasila. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya