Berita

Ahmad Basarah/Net

Politik

Ada Upaya Adu Domba Kelompok Islam Dan Nasionalis

RABU, 18 JANUARI 2017 | 17:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mantan Menkoplhukam Tedjo Edhi Purdijanto membantah keras pemberitaan yang menyebutkan bahwa dia menanggapi pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan nada negatif. Ia memastikan pemberitaan dalam situs intelijen.co.id tidak benar sama sekali.

"Saya menyesalkan adanya pihak-pihak tertentu yang secara sistemik menggunakan nama saya dengan isu SARA. Dengan ini saya menyatakan bahwa tulisan tersebut adalah fitnah dan tidak pernah saya buat, yang tentunya dapat membuat hubungan baik saya dengan ibu Mega menjadi tidak baik," kata Tedjo dalam klarifikasi yang diterima beberapa saat lalu (Rabu, 18/1).

Tedjo pun meminta maaf kepada Mega secara pribadi dan sebagai ketua umum PDIP atas ketidaknyamanan atas tulisan yang tidak pernah ia buat. Ia berharap Allah SWT senantiasa memberi kekuatan kepada Ibu dalam memimpin PDIP.


Sementara itu, Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah memanggapi upaya fitnah dan adu domba antara Tedjo Edhi dengan Megawati Soekarnoputri itu dengan menggunakan isu SARA sebagai bentuk nyata adanya operasi politik untuk mengadu domba antara PDIP dan umat Islam.

Tujuan operasi politik tersebut pasti bertujuan menghancurkan NKRI karena kalau golongan Islam dan Nasionalis berperang pasti yang akan hancur adalah NKRI.

Situasi ini, katanya, mirip jaman kolonial dulu di mana politik devide et impera atau politik pecah belah kekuatan bangsa Indonesia dipraktekan oleh kaum penjajah asing yang tujuannya agar kekayaan bangsa Indonesia dapat mereka kuasai.

Oleh karena itu saya menghimbau kepada segenap komponen bangsa yang mencintai keutuhan NKRI agar terus meningkatkan kewaspadaan dan sikap siaga untuk menghadapi segala kemungkinan demi mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila,” demikian Basarah. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya