Berita

Foto/Net

Politik

Rizal Kobar Masih Pertanyakan Alasan Dirinya Ditahan

SENIN, 16 JANUARI 2017 | 18:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tersangka dugaan makar dan UU ITE, Rizal Kobar mengaku masih belum paham alasan dirinya bersama dengan Jamran dan Sri Bintang Pamungkas ditahan. Hal itu lantaran Rizal mengaku tidak ada aktivitasnya yang mengindikasikan ke arah makar.

Ia mengatakan bahwa Kobar hanya bergabung dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) pada Aksi Bela Isla II atau Aksi 411 dan Aksi Bela Islam III atau 212.

"Saat itu KOBAR sudah berkoordinasi dengan GNPF MUI untuk terlibat sebagai peserta aksi tersebut. Jadi pemerintah jangan menakut-nakuti masyarakat dengan menangkapi aktivis dan ulama yang mengkritisi kebijakan pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (16/1).


Rijal mengaku telah terjadi diskriminasi hukum dalam kasus ini. Pasalnya dari 11 orang yang disangkakan dengan kegiatan makar, hanya tiga orang yang ditahan. Sedangkan delapan orang lainnya ditangguhkan penahanannya.

"Apabila penangkapan aktivis dan penyidangan aktivis yang menuntut penegakan hukum dan keadilan terhadap kasus penistaan agama Ahok, dan kami diadili dengan kasus makar dan ITE, maka ini preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia dan lonceng kematian demokrasi," ujarnya.

Kepada penyidik kepolisian, Rijal mengaku tidak pernah mendanai kegiatan apapun yang berkaitan dengan isu makar. Rijal menegaskan hanya ingin adanya persamaan hak warga negara di muka hukum.[ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya