Berita

Politik

PILKADA JAKARTA

Debat Pertama Pilkada DKI Lebih Menguntungkan Agus Yudhoyono

SABTU, 14 JANUARI 2017 | 12:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Debat kandidat Cagub dan Cawagub pada Pilkada DKI Jakarta 2017 tadi malam (Jumat, 13/1), lebih menguntungkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, dibanding dua pasangan lainnya, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Penilaian itu bukan karena pasangan nomor urut 1 unggul dalam kualitas debat, tapi Agus melampaui ekspektasi publik. Sementara Ahok dan Anies kemampuannya yang baik itu sudah diduga dan diketahui publik.

Demikian disampaikan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Sabtu (14/1).


Jelas Denny JA, persepsi publik sebelum debat yang under estimate terhadap Agus justru menguntungkannya dibandingkan jika misalnya persepsi itu justru over estimate.

Agus selalu tidak datang setiap kali diundang TV swasta untuk berdebat dengan alasan ia hanya akan datang jika diundang KPUD DKI secara resmi saja. Di luar KPUD, ia lebih baik menggunakan waktunya bergerilya lapangan berjumpa pemilih langsung.

"Ini adalah strategi yang cerdas. Berdasarkan survei LSI, mayoritas pemilih lebih senang cagub berjumpa tatap muka langsung dengan mereka di lapangan, ketimbang debat cagub di televisi," ucap Denny JA.

Yang tidak suka pilihan Agus yang menolak debat kandidat di luar acara KPUD menciptakan opini negatif. Ujung opini negatif itu adalah persepsi under estimate.

"Justru persepsi ini yang menguntungkan Agus. Bahkan jika muncul dengan kualiatas yang standar saja, Agus sudah melebihi harapan publik. Apalagi jika ia tampil di atas standar. Persepsi awal itu sangat penting dalam dunia opini publik," ujarnya.

Jelas Denny JA, survei cepat yang dibuat Poll Tracking (pimpinan Hanta Yuda) yang disiarkan TV One setelah debat, Agus Harimurti tetap unggul nomor satu. Itupun dengan catatan: Hanta Yuda tidak menampilkan data uji sampel untuk mengetahui apakah sampelnya kongruen dengan populasi pemilih.

"Misalnya apakah prosentase kelas menengah-bawah terwakili dalam proporsi yang benar. Jika kelas menengah bawah itu kita klasifikasikan dengan penghasilan 3 juta ke bawah per bulan, total prosentase mereka 65 persen. Apakah jumlah mereka yang terwakili dalam sampel survei cepat Hanta Yuda juga 65 persen?" ujarnya.

Denny JA mengungkapkan, dukungan paling kuat untuk Agus itu dari segmen menengah ke bawah. Gerilya lapangan dengan tiga program rakyatnya: bantuan sementara Rp 5 juta setahun untuk keluarga kurang mampu, dana bergulir untuk usaha Rp 50 juta, program Rp 1 milyar per RW-RT untuk pengembangan komunitas, membuat Agus menang telak di segmen menengah bawah.

"Jika segmen menengah bawah itu terwakili secara proporsional dalam survei cepat Hanta Yuda, saya menduga kemenangan Agus dalam survei itu akan lebih besar," imbuhnya.

"Ahok dan Anies tampil cukup prima. Namun karena persepsi publik atas kemampuan debat mereka yang baik sudah diketahui, mereka tidak mencapai apa yang disebut melampaui ekspektasi awal," tukas Denny JA mengunci komentarnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya