Berita

Diyah Puspitarini/Net

Hukum

Hukum Berat Pelaku Perkosaan Disertai Pembunuhan Anak Di Sorong

SABTU, 14 JANUARI 2017 | 09:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah mengutuk keras tindakan biadab perkosaan disertai pembunuhan terhadap anak perempuan berusia 4 tahun di Sorong, Papua Barat.

"Kami menyayangkan dan berduka cita yang mendalam atas kejadian pelecehan seksual yang disertai dengan pembunuhan keji," kata Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini, Sabtu (14/1).

Melihat potret ini, jelas Diyah, Indonesia sudah sangat darurat kekerasan seksual. Maka seluruh elemen masyarakat harus bersikap dan berbenah untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terjadi lagi.


PP Nasyiatul Aisyiyah mendesak kepada penegak hukum untuk memberikan hukuman yang berat kepada pelaku kejahatan dan menegakkan hukum yang seadil-adilnya.

"Kami juga mendesak kepada pemerintah untuk segera membuat peraturan yang berkaitan dengan perlindungan dan kepastian hukum bagi setiap anak di Indonesia," ujar Diah.

Terakhir, PP Nasyiatul Aisyiyah mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk terlibat dalam upaya jaminan keamanan kehidupan dan tumbuh kembang setiap anak di Indonesia.

Kepolisian Resor Sorong Kota sudah menangkap tiga pelaku pemerkosaan. Ketiga pelaku yakni Ronal, Lewi, dan Nando. Mereka melakukan perbuatan biadab itu setelah mengonsumsi minuman keras. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya