Berita

Dunia

Pakar Norwegia Akui Indonesia Tempat Terbaik Untuk Perikanan Budidaya

SABTU, 14 JANUARI 2017 | 07:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Indonesia diakui sebagai tempat yang tepat dan terbaik di dunia untuk pengembangan perikanan budidaya (Aquaculture).

Pengakuan itu terungkap dari ahli perikanan dari perusahaan Norwegia, AquaOptima, Borge Soraas, dalam acara temu investor di KBRI Oslo, Jumat waktu setempat (13/1). Pertemuan ini dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno; Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto; dan Delegasi Pemerintah Daerah Sumatera Barat.

Borge Soraas dikenal sebagai salah satu pakar perikanan yang telah malang melintang di berbagai belahan dunia. Ia menyimpulkan, Indonesia memiliki air yang tenang, potensi ikan yang diincar pasar internasional dan berbagai sumber daya di berbagai daerah.


"Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi besar ini," ungkap Duta Besar Yuwono, dalam keterangan pers KBRI di Oslo.

Dalam pertemuan dengan AquaOptima, Pemerintah Sumatera Barat mengaku ingin mengadopsi keunggulan teknologi Norwegia untuk mengembangkan perikanan budidaya darat dan laut. Setidaknya terdapat enam danau yang dapat dimanfaatkan untuk perikanan.

Acara investasi ini juga dihadiri AquaFuture, perusahaan yang bergerak di bidang pencegahan penyakit ikan. Teknologi dan pengetahuan Norwegia dipandang akan mampu memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi kendala penyakit ikan di Sumatera Barat.

Pada kesempatan dimaksud, Gubernur dan Duta Besar juga melakukan video conference dengan para pakar dari Institute of Marine Research (IMR) yang berpusat di Bergen, Norwegia, sebagai lembaga think tank Norwegia bidang penelitian perikanan.

Dengan IMR dibahas kerja sama untuk 5 bidang utama, yaitu riset untuk mencari lokasi budidaya perikanan yang paling tepat, pengembangan marine techno park, vocational trainning, penelitian kesehatan ikan dan dukungan regulasi di sektor perikanan.

Indonesia dan Norwegia adalah dua negara yang sama-sama memiliki perhatian dan komitmen yang besar dalam meningkatkan sektor perikanan. Teknologi dan industri perikanan Norwegia menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Setelah pertemuan bilateral antara Presiden RI dengan PM Norwegia pada bulan April 2015, tercatat saling kunjung antar Menteri Perikanan kedua negara. Menteri BUMN RI juga telah melakukan lawatan ke Norwegia pada bulan September 2016 untuk memajukan kerja sama industri perikanan di tanah air. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya