Berita

Politik

Penambahan Kuota Haji Harus Diiringi Dengan Persiapan Matang

JUMAT, 13 JANUARI 2017 | 07:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Selain mengapresiasi kembalinya kuaota haji dari 168 ribu menjadi 211 ribu, pemerintah diharapkan mempercepat persiapan regulasi guna mendukung penyelenggaraan haji 2017.

"Hal menjadi tantangan Komisi VIII DPR menanggapi pulihnya kuota haji indonesia adalah semampu mungkin mempercepat persiapan regulasi yang mendukung penyelenggaraan haji. Diantaranya bersama Kemenag membentuk BPIH untuk penetapan besaran biaya pelaksanaan ibadah haji dan peninjauan lokasi penginapan di Mekkah dan Madinah maupun jasa catering," kata Anggota Komisi VIII DPR Ahmad Mustakim di Jakarta, Kamis (12/1).

Politisi PPP ini menyatakan bersyukur, mulai tahun haji 2017 ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memulihkan kuota haji sepeeti sediakala plus tambahan kuota yang selama beberapa tahun terahir diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia sehingga kuota haji Indonesia menjadi 221 ribu.


"Inilah yang selama beberapa tahun ini menjadi problema terbesar bagi calon jamaah haji Indonesia karena mengakibatkan masa tunggu yang makin panjang. Bahkan ada kabupaten yang masa tunggunya sampai lebih dari 30 tahun," terang Mustakim.

Ia menambahkan, sudah menjadi kebijakan pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahwa seiring pelebaran dan penataan komplek Masjidil Haram maka kuota haji secara menyeluruh dikurangi 20 persen sejak pelaksanaan haji 2013.

Indonesia sekalipun penyumbang jamaah haji terbesar di dunia terkena dampak yang sangat signifikan  semula mempunyai kuota haji sebesar sekitar 211 ribu jamaah menjadi 168.800 atau berkurang sekitar 43.800. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya