Berita

Jasra Putra

Pertahanan

Mari Jadikan Insiden Yang Dialami KM Menjadi Jalan Penerang Agar Kita Semua Sadar

JUMAT, 13 JANUARI 2017 | 07:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Nasib tragis yang dialami oleh bocah berusia empat tahun, KM, semoga membuat masyarakat untuk lebih peduli dan memperhatikan anak-anak Indonesia.

KM ditemukan sudah tidak bernyawa di sungai lumpur Kompleks Kokoda, Kilometer 8, Kota Sorong, Papua Barat pada Selasa lalu (10/1).  Korban diduga telah diperkosa sebelum dibunuh dan ditanam di sungai berlumpur.

"Mari jadikan meninggalnya adik perempuan kita KM menjadi jalan penerang kita semua untuk sadar, lebih peduli dan bergerak semakin melindungi anak anak Indonesia," ungkap Ketua Kesehatan dan Kesra PP Pemuda Muhammadiyah, Jasra Putra, pagi ini.


"Kita mendoakan semoga adinda KM tenang dan kejadian ini menjadi momentum mengakhiri kejahatan seksual di Indonesia," sambung Koordinator Program Ayah Hebat PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Dalam merespons kasus tersebut, pemerintahan jangan seperti pemadam kebakaran dan cenderung reaktif. Kedepan perlu diinisiasi dan disahkan RUU Pengasuhan Anak sebagai salah satu solusi terhadap persoalan hulu pencegahan dan penanganan anak secara komperhensif

Lebih jauh dia menjelaskan beberapa fakta kejadian seperti yang dialami KM tersebut pelaku adalah anak putus sekolah. Untuk itu pemerintah daerah harus aktif melakukan edukasi dan menfasilitasi pendidikan kepada anak-anak Papua terutama yang putus sekolah.

"Sudah selayaknya Negara memberi akses dan pilihan bagi anak anak yang putus sekolah. Dengan mengoptimalkan program program Pemerintah Pusat ke daerah. Apalagi Papua punya prioritas dalam Otonomi Khusus," ungkapnya.

Jasra juga mengingatkan dalam penanganan ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum), agar memperhatikan dan menerapkan UU Sistem Peradilan Pidana Anak.

Pemuda Muhammadiyah sendiri, dia menambahkan, akan lebih aktif melakukan edukasi dan menjadi teladan di masyarakat. "Untuk itu PP PM terus melakukan 10 Gerakan Ayah Hebat yang aplikatif dan edukatif, diantaranya dalam rilis ini menyertakan flyer peran ayah hebat dan mulia," tandasnya. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya