Berita

Foto/Net

Politik

Pemilih Perempuan Ditantang Berani Perangi Politik Uang

JUMAT, 13 JANUARI 2017 | 06:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pilkada serantak tahun 2017 tinggal menghitung hari. Pilkada yang diikuti 101 daerah ini akan berlangsung 15 Februari mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara terus mempersiapkan segala hal untuk menyukseskan Pilkada, termasuk gencar menggelar sosialisasi.

Beberapa waktu lalu, KPU Jepara menyelenggarakan sosialisasi dengan segmen pemilih perempuan di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, Jawa Tengah. Komisioner KPU Jepara, Anik Solihatun dan Kepala Kejaksanaan Negeri, Yuni Daru Winarsih menjadi pemateri pada acara tersebut.


Acara yang dihadiri oleh perwakilan organisasi perempuan dari berbagai elemen, baik organisasi kemasyarakatan, keagamaan, kepemudaan dan organisasi perempuan dari semua partai politik. Sosialisasi diharapkan dapat meningkatkan partisipasi politik perempuan pada Pilkada Jepara 2017.

Dalam kesempatan itu, Komisioner KPU Japara, Anik Sholihatun mengingatkan bahwa musuh bersama yang harus dihadapi adalah politik uang.

"Saya percaya pada panjenegan (anda) bahwa politik uang adalah merusak," katanya seperti dikabarkan laman KPU.

Oleh karenanya Ia berharap, pemilih perempuan yang dalam setiap hajat pemilu selalu tercatat partisipasinya tinggi, dapat turut menjaga Pilkada Jepara agar berintegritas tanpa diwarnai politik uang.

"Tidak ada yang bisa menyelamatkan masa depan Jepara ini kecuali kita sendiri," tegas Anik Sholihatun.

Dalam kesempatan itu, disinggung pula hak pilih dan partisipasi perempuan dalam pemilihan umum di Jepara lebih besar dibanding dengan laki-laki. Dari data pada Pilkada Jepara 2012 menunjukkan partisipasi perempuan lebih besar dari laki-laki dengan presentasi 71 persen dibanding 60 persen.

Lebih lanjut, pada Pileg 2014, perempuan di Jepara lebih berpartisipatf dengan 84 persen sementara pemilih laki-laki yang hanya berpartisipatif 74 persen. Sedangkan pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 tercatat 79 persen perempuan menggunakan hak pilihnya, sementara pemilih laki-laki dengan 67 persen.

Anik menambahkan, pada Pilkada Jepara 2017 menunjukkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Dari jumlah DPT 858.958 terdiri dari 430.860 pemilih perempuan dan 428.098 pemilih laki-laki. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya