Berita

Nusantara

Empat Infrastruktur Listrik Di Papua Ditargetkan Selesai Tahun 2017

KAMIS, 12 JANUARI 2017 | 07:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Papua dan Papua Barat menagetkan empat infrastruktur kelistrikan rampung pada tahun 2017.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Papua, Henrison Lumbanraja mengatakan empat infrastruktur kelistrikan itu mencakup dua Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), yaitu PLTMG Mobile Power Plant (MPP) Jayapura (50 MW) dan PLTMG MPP Nabire (20 MW), sdan dua Gardu Induk (GI), yaitu GI Holtekamp dan GI Jayapura.

"PLN optimis dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam proses pembangunan, yaitu masalah sosial dan masalah teknis," kata Henrison dalam keterangannya, Kamis (12/1).


Kendala sosial yang dihadapi umumnya terkait masalah pertanahan. Permasalahan tanah adat menjadi salah satu kendala terbesar dalam pembangunan proyek di Papua. Jika proses pembebasan lahan terkendala, seluruh proses pembangunan selanjutnya akan mundur karena pembangunan proyek baru bisa dimulai jika lahan sudah bebas. Contoh masalah sosial yang kerap terjadi adalah klaim kepemilikan tanah, pemalangan, dan lainnya yang menganggu proses pra-konstruksi dan saat konstruksi proyek.

Di sisi lain kendala teknis yang dihadapi umumnya bersifat kendala geografis dan aksesibilitas. Contoh dari kendala geografis adalah kontur tanah terlalu esktrim sehingga sulit untuk diakses. Sedangkan permasalahan aksesibilitas ketiadaan akses jalan untuk transportasi menuju ke tempat proyek.

Henrison menyatakan bahwa untuk penyelesaian kendala pembangunan, diperlukan dukungan dari segala lapis pemangku kepentingan.

Ia memaparkan bahwa setiap pemangku kepentingan ini memiliki peran yang penting. Pemangku kepentingan pemerintah daerah berperan dalam proses perizinan, sedangkan pemangku kepentingan pada lapisan masyarakat berperan besar dalam proses pembebasan lahan.

"Saya harap pemerintah daerah dan warga mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan oleh PLN karena kelak manfaat listrik akan kita nikmati bersama juga," ujar Henrison. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya