Berita

Joko Widodo/Net

Nusantara

Inilah Penjelasan Jokowi Soal Kenaikan Harga Cabai

SENIN, 09 JANUARI 2017 | 12:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo memantau perkembangan harga cabai, di Pasar Kajen, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin pagi (9/1). Sidak Jokowi ini untuk memberi perhatian atas kenaikan harga cabai.

"Yang cabai rawit merah Rp 100 ribu. Tapi yang cabai lain, cabai merah Rp 50 ribu, yang cabai hijau juga di kisaran Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu," kata Jokowi kepada para wartawan seperti dilansir dari laman setkab.

Menurut Jokowi, kenaikan harga cabai tersebut memang tidak bisa dihindari mengingat pertanian cabai pada tahun 2016 kemarin berada pada kondisi yang kurang bagus. Akibatnya, pasokan cabai sedikit terpengaruh.


"Yang namanya harga tergantung supply dan demand. Karena musimnya pada 2016 kemarin memang jelek untuk cabai sehingga banyak yang busuk dan gagal panen sehingga supplynya kurang. Itu fluktuatif," terang  Kepala Negara.

Guna mengatasi kurangnya pasokan komoditas cabai di sejumlah daerah, pemerintah sebagaimana disampaikan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengupayakan untuk menyalurkan stok komoditas cabai yang melimpah di suatu daerah ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan.

Selain memantau harga cabai, kunjungan Jokowi ke Pasar Kajen itu dimaksudkan untuk memenuhi janji yang diucapkannya kepada para pedagang di pasar tersebut, pada 2014 silam. Saat itu, ketika Joko Widodo masih berstatus calon presiden.

"Saya kembali lagi mau memperbaiki itu (pasar)," terang Jokowi.

Jokowi kemudian menginstruksikan agar dilakukan pembenahan terhadap Pasar Kajen tersebut. Pembenahan tersebut penting untuk dilakukan mengingat peranannya yang besar dalam mempromosikan produk-produk lokal.

"Saya hanya ingin memerintahkan agar pasar ini direhab, terutama lantai kemudian pengelolaan mengenai kios di dalamnya. Ini mau disiapkan Pak Bupati dulu, nanti kalau bisa pakai anggaran tahun ini atau paling tidak maksimal tahun depan. Karena Pasar Induk Kajen ini penting sekali bagi produk-produk di sekitar Pekalongan," terang Jokowi. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya