Berita

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Politik

People Power Kalahkan Ahok?

Kumpulan Tulisan dan Puisi Denny JA Soal Pilkada Jakarta
MINGGU, 08 JANUARI 2017 | 10:14 WIB | OLEH: DENNY JA

AKANKAH akhirnya Ahok kalah dalam pilkada DKI? Ahok akan kalah di TPS pemungutan suara atau justru di pengadilan?

Mengapa Agus Harimurti, pendatang paling baru justru kini menjadi front runner, tertinggi berdasarkan aneka survei bulan November- Desember 2016? Akankah Anies Baswedan tersingkir di putaran pertama? Atau ia bisa bangkit kembali?

Ini pertanyaan sentral yang menggugah siapapun pemerhati Pilkada Jakarta. Untuk menjawabnya perlu data riset dan analisis. Namun untuk merasakan suasana batin Pilkada, perlu puisi.


Tak terasa, sejak Maret 2016 sampai Desember 2016, saya sudah menulis, menganalisa data sebanyak 28 tulisan. Plus tak ketinggal menulis lima puisi. Semua hanya soal Pilkada Jakarta.

1) Ada tulisan yang sifatnya membaca apa yang belum terjadi. Penulis yang visioner adalah Ayam Jantan di subuh hari. Ia berkokok menyambut sinar matahari sebelum publik banyak menyadari matahari akan segera tiba.

Banyak tulisan saya berjenis ini.

Di bulan Maret 2016 misalnya. Saat itu isu penistaan agama belum menimpa Ahok. Menurut aneka survei bulan Maret 2016, Ahok didukung sekitar 60 persen. Bahkan semua lawannya digabung menjadi satu tetap kalah oleh Ahok.

Di bulan Maret itu, saya melihat sebaliknya. Tulisan pertama saya soal Pilkada Jakarta berjudul: Ahok Kuat tapi Bisa Dikalahkan! Data survei saya paparkan. Walau datanya Ahok masih 60 persen, namun ada data lain yang saya lihat bisa kalahkan Ahok.

Kini di aneka survei bulan November-Desember, delapan bulan setelah saya menulis, Ahok tak lagi di rangking satu.

Ketika Ahok diprotes soal agama kutipan Al Maidah, nasib Ahok soal hukum belum pasti. Ahok bahkan lolos dalam jeratan KPK.

Saat itu juga saya membuat tiga tulisan yang menyatakan Ahok Tersangka. Saya ingat tulisan ini membuat marah banyak yang pro Ahok.

Sebulan setelah tulisan itu, Ahok benar benar jadi tersangka.

2.) Ada tulisan yang menganalisis data survei.

Dari data itu saya simpulkan Isu Agama yang akan kalahkan Ahok. Survei yang dibuat Saiful Mujani di era itu menyatakan isu agama tak berpengaruh. Ahok tetap unggul karena kinerjanya memuaskan.

Kini pelan - pelan terbukti, memang isu agama yang kalahkan ahok. Itu bukan kesimpulan kualitatif, tapi kuantitatif dengan menganalisa data menggunakan model statistik yang disebut regresi logistik.

3) Ada pula puisi. Untuk menggambarkan Indonesia yang bimbang ketika isu agama dominan, angka tak mampu. Perlu gelora yang lebih bisa dinyanyikan melalui puisi.

Ada lima puisi dengan aneka nuansa. Salah satunya soal isu keberagaman yang minta diperhatikan. Isu keberagaman menangis dan berkata: Jangan Tinggalkan daku Di Pilkada.

Ada puisi 'Ketika Dewi Keadilan Memanggil.' Jika sang Dewi memanggil, penguasa harus mendengar. Kerajaan  komunisme dunia yang perkasa saja bisa roboh jika tuntutan keadilan bergema di hati rakyat banyak.

Tulisan ini akan terus berlanjut hingga Pilkada selesai. Lalu semuanya akan saya rajut lagi menjadi buku catatan harian, ditambahkan dengan narasi di dalamnya.

Saya teringat semester pertama ketika sekolah Ph.D Comparative Politics di Amerika. Dalam pelajaran metodelogi penelitian, kami diminta membaca buku berjudul: Double Helix. Buku ini dikarang oleh James Watson, pemenang hadiah Nobel.

Yang menarik buku itu bercerita proses penemuan ilmiah tak hanya semata dari sisi metode ilmiah. Ia juga banyak mengungkapkan sisi human interest, konflik sesama peneliti, dan suasana batinnya dalam proses penemuan ilmiah itu.

Saya membayangkan membuat buku serupa soal pilkada Jakarta. Sisi human interest perlu juga diungkap di balik temuan dan analisis survei. Bagaimana misalnya persahabatan yang rusak karena pilkada.  Atau sebuah grup yang awalnya solid menjadi bubar karena Pilkada.

Buku itu diharap juga menjadi penutup karir saya membawa profesi konsultan politik ke Indonesia.

Saya sudah ikut menangkan tiga pemilu presiden berturut-turut. Sudah menangkan 30 gubernur di seluruh Indonesia. Sudah mempublikasi hasil riset sosial yang berkali kali menjadi headline halaman satu media nasional, dan bahan debat talk show TV.

Tentu renungan pribadi soal itu perlu sebagai penutup karir untuk pensiun. Walau dalam dunia life calling tak ada yang benar-benar bisa pensiun. Old Soldiers Never Die. They just fade away.

Ini link untuk kumpulan 28 tulisan dan lima puisi Pilkada Jakarta. Tulisan dan puisi akan terus bertambah karena pilkada belum selesai.[***]


*Penulis merupakan konsultan politik dan tokoh media sosial



Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya