Berita

Darmin Nasution/Net

Politik

Pak Darmin, Kalau Sudah Pernah Diingatkan Kenapa Biaya STNK Sekarang Meroket?

SABTU, 07 JANUARI 2017 | 22:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengklarifikasi pernyataannya tentang kenaikan biaya pengurusan surat-surat berkendara bermotor yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60/2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Mabes Polri.

Sebelumnya, Darmin mengatakan Presiden Jokowi pernah mengingatkan kenaikan tarif PNBP untuk pelayanan publik jangan terlalu tinggi. Sementara klaim Darmin, pernyataannya tentang PNBP kepada wartawan di Istana Bogor beberapa waktu lalu, hanya menceritakan bahwa Presiden pernah bilang tentang PNBP.

"Tapi itu sebelum (PP 60/2016) ditandatangani Presiden. Pak Presiden menyampaikan, kalau menyangkut rakyat banyak, pelayanan luas, jangan dinaikkan tinggi, harus diperhatikan betul. Jadi, saya ingin meluruskan, jangan digambarkan seolah-olah Presiden mengomentari lagi kenapa naik. Komentar Presiden itu disampaikan sebelum itu ada. Jangan dipakai seolah-olah presiden menyalahkan apa yang sudah beliau teken, dan ini saya luruskan," ucap Darmin kepada wartawan di sela kunjungan kerjanya di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/1).


Analisis ekonomi dan politik dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga menanggapi klarifikasi Menko Perekonomian, Darmin Nasution itu.

Jelas Andy, kalau sudah pernah diingatkan Presiden, kenapa biaya administrasi pengurusan surat-surat berkendara bermotor seperti STNK dan BKPB malah meroket saat ini.

"Pak Darmin, kalau sudah pernah diingatkan kenapa biaya STNK dan BKPB sekarang naik meroket?" ungkapnya. (Baca: Berikut Rincian Tarif Baru Pada PP 60/2016)

Menurut Andy, kenaikan biaya pengurusan surat-surat berkendara bermotor yang terhitung mulai berlaku pada Jumat kemarin (6/1), menunjukkan bukti bahwa pembantu presiden belum bisa menerjemahkan keinginan sang Kepala Negara.

"Mereka belum profesional dalam menterjemahkan visi dan misi program kerja yang tertuang dalam Nawa Cita," tukasnya. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya