Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Tidak Layak Lagi Jokowi Disebut Pemimpin Wong Cilik

JUMAT, 06 JANUARI 2017 | 07:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kenaikan tarif dasar listrik (TDL), harga bahan bakar minyak (BBM), dan pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, merupakan bukti bahwa Presiden Jokowi sudah tidak layak lagi disebut sebagai pemimpin wong cilik.

Demikian disampaikan pemerhati sosial dan politik, Jajat Nurjaman kepada redaksi, Jumat (6/1).

Jajat memaparkan, alasan Jokowi tidak pantas lagi disebut pemimpin wong cilik alias pemimpin rakyat kecil adalah, dampak luas dari kebijakan-kebijakan tersebut, rakyat semakin susah dan terjepit.


"Rakyat dipaksa untuk dapat menutupi kebutuhan sehari-harinya, di tengah kegagalan pemerintah dalam mengendalikan harga-harga bahan pokok," ungkapnya.

Menurutnya, sebagai pemangku tertinggi dalam pengambilan kebijakan, seharusnya Jokowi dapat mengontrol harga barang di pasar.

"Atau mempunyai langkah antisipasi agar daya beli masyarakat dapat meningkat. Jika semua harga dipasaran tinggi sudah dipastikan daya beli masyarakat akan menurun," sebut Jajat.

Saat ini, lanjut dia, Jokowi terlalu asik melakukan blusukan melihat mega proyek kerjasama pemerintah dengan swasta, namun melupakan blusukan untuk melihat kondisi rakyat terutama rakyat kecil.

"Jika keadaan terus seperti ini jangan salahkan rakyat jika meminta Jokowi-Jk mundur," imbuhnya.

Jajat menambahkan, sebagai pemimpin yang lahir dari rahim rakyat, seyogyanya Jokowi bisa merasakan penderitaan rakyat bukannya malah semakin menambah penderitaan rakyat.

"Jokowi juga tercatat merupakan Presiden Indonesia yang paling hobi menaikan harga, mencabut subsidi dan menambah utang negara," tukas Jajat Nurjaman. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya