Berita

Ahmad Dhani/Net

Hukum

Siang Ini, Dhani Kembali Lanjutkan Kesaksian Untuk Tersangka SBP

KAMIS, 05 JANUARI 2017 | 09:58 WIB | LAPORAN:

. Sebanyak 29 pertanyaan selama lima jam, belum cukup bagi penyidik untuk mengorek informasi dari Ahmad Dhani, Rabu (4/1), sejak pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.

Saksi untuk kasus dugaan persiapan makar bagi tersangka Sri Bintang Pamungkas (SBP) itu, akan kembali diverbal penyidik, Kamis siang (5/1).

"Iya (diperiksa lagi). Jam 1 (13.00 WIB) siang," ujar salah satu kuasa hukum dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Ali Lubis, Kamis pagi.


Menurut Ali, dari 29 pertanyaan yang diajukan penyidik ke kliennya merupakan verbal yang diulang kembali. Mengingat, Dhani sempat menjalani pemeriksa sebagai saksi untuk SBP 20 Desember lalu.

Dalam pemeriksaan kemarin, Dhani seyogyanya diagendakan untuk diperiksa pukul 10.00 WIB. Namun, Calon Wakil Bupati Kabupaten Bekasi itu berhalangan hadir dengan alasan ada agenda kampanye.

Pentolan grup band DEWA itu juga mengaku, agenda kampanyenya sebagai pejabat publik sedikit terganggu dengan pemanggilan pemeriksaan tersebut.

"Keganggu, keganggulah. Nggak apa-apalah kita terima saja. Mau gimana lagi, kalau dipanggil polisi," tutur eks pasangan Maia Estianti itu, Rabu malam.

Untuk diketahui, pemeriksaan tersebut merupakan yang kedua sejak pertama kali Dhani diperiksa untuk tersangka SBP, 20 Desember lalu.

Saat itu, Dhani juga meminta penjadwalan ulang. Pasalnya, Dhani bersama dua saksi lainnya, Buni Yani dan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Permadi Satrio Wiwoho atau biasa disapa Permadi, dijadwalkan untuk bersaksi terhadap tersangka SBP pada tanggal 16 Desember. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya